Punya Situs Web Sendiri Kenapa Tidak?
Dari Rangkuman Roy Suryo Watch , ensiklopedi bebas
| Daftar isi |
Kutipan
Dari artikel Republika berjudul Punya Situs Web Sendiri Kenapa Tidak? (http://216.239.63.104/search?q=cache:8NH-qYb7N1wJ:www.republika.co.id/ASP/online_detail.asp%3Fid%3D170248%26kat_id%3D253+roy+suryo+html+site:republika.co.id&hl=en), Roy Suryo menjadi narasumber:
Namun, pemeran bawang merah dalam sinetron Bawang Putih Bawang Merah ini, tampaknya tertarik untuk membuat situs web pribadi. "Mungkin ke depan aku sudah harus berpikir memiliki situs web pribadi. Sekarang aku hanya kirim-kirim email dan chatting saja," ujar siswi kelas 3 SMP Ora et Labora, Pondok Indah, Jakarta ini. Kamu sendiri gimana, apa sudah punya situs web pribadi? Kalau belum, nggak ada salahnya kamu bikin. Apalagi, seperti dikatakan pakar multimedia, Pak Roy Suryo, mempunyai situs web pribadi saat ini sudah menjadi tren. "Rasanya, kalau ada remaja yang belum kenal dengan yang namanya dunia maya, berarti remaja itu kuper," kata Pak Roy. Pak Roy juga bilang, remaja sudah seharusnya mengenal dan menyelami dunia maya, kalau tidak mau dicap sebagai remaja yang gatek alias gagap teknologi.
Kamu tentu tak mau dicap remaja gatek kan? Jadi, kalau kamu memang ingin punya situs web sendiri, kenapa tak segera diwujudkan? Jangan takut nggak bisa. "Sekarang, membuat situs web sendiri sangatlah mudah karena makin banyak perangkat pembuat situs web yang mudah dioperasikan. Dengan begitu, orang awam pun bisa menciptakan halaman situs yang menarik dalam waktu yang relatif singkat," jelas pakar multimedia dari kota gudeg Yogyakarta ini. Pak Roy kemudian mencontohkan beberapa perangkat pembuat situs web, yaitu program Microsoft Frontpage Express yang terdapat dalam paket Microsoft Office, program Netscape Composer, program Claris Home Page, dan masih banyak yang lainnya.
Sanggahan
Kontradiksi
Sebuah pernyataan yang kontradiktif dengan penyikapan Roy Suryo saat ini terhadap situs web pribadi.
Marilah kita bertanya: Apakah Roy Suryo memiliki situs pribadi?
Tentang Berbagai Aplikasi
- SimpleText adalah text editor bawaan sistem operasi Mac sebelum Mac OS X (semua Mac keluaran setelah th 2001 tidak lagi menggunakan sistem operasi yang lama) dan bawaan editornya adalah TextEdit, bukan lagi SimpleText. Jadi kesimpulannya? (kuper?). Lebih jauh SimpleText tidak lagi dapat dijalankan di sistem operasi Mac OS X yang baru kecuali menginstall environment emulasi sistem operasi yang lama yang secara default tidak dilakukan lagi oleh Apple.
- Claris Home Page adalah produk editor web dari Claris, yaitu divisi pengembangan software milik Apple Computer, Inc. Sejak tahun 1998 semua produk Claris dihentikan dan tidak dipasarkan lagi. Beberapa produknya yang potensial dikembangkan menjadi perusahaan yang terpisah, sementara Apple hanya sebagai pemegang saham. Contohnya Claris FileMaker Pro. Aplikasi database RDBMS ini saat ini sudah dipisah menjadi perusahaan menjadi FileMaker, Inc (http://www.filemaker.com/). Produk lain seperti ClarisWorks (office suite) dilepas menjadi AppleWorks.
- FrontPage Express adalah editor web keluaran tahun 1998 yang merupakan produk keluaran Microsoft Corp pada masa release Windows 98. Produk tersebut sekarang lebih dikenal dengan nama FrontPage saja.
Jadi apakah yang bersangkutan masih revelan dianggap sebagai pakar yang dimintai pendapatnya untuk hal-hal yang bersangkutan sendiri tidak up to date alias kuper atau gaptek menurut ucapannya sendiri?
Mungkin apabila yang bersangkutan tidak mengakses halaman ini, saya pastikan beliau tidak mengetahui bahwa FrontPage itu berawal dari produk for Macintosh (1997).
Tentang HTML
Beliau juga mengatakan bahwa:
Satu hal yang patut diingat adalah HTML diciptakan untuk menyampaikan pesan kepada para pengguna web, bukan untuk mendesain halaman situs web kamu supaya tampil keren atau profesional,
Beliau salah, karena HTML ditujukan untuk melakukan document formatting atau bisa dikatakan lebih cenderung ke arah desain dan bukan pada konten atau dalam konteks artikel tersebut: pesan. Jadi pernyataan beliau dalam artikel tersebut adalah tidak tepat.
Dari spesifikasi HTML 4.0 [1] (http://www.w3.org/TR/REC-html40-971218/) (sengaja diambil refrensi yang tidak terbaru) bisa dilihat bahwa tujuan yang hendak dicapai adalah bagaimana menampilkan suatu dokumen, dan tidak berfokus pada apa isi/konten/pesan dalam dokumen tersebut. Karena HTML adalah tentang desain maka tentu saja tidak akan bisa ditemui tag Author, Modified-Date, DocumentStatus, dan lain-lain yang lebih mementingkan konten atau semantik.
Untuk urusan konten dan semantik, telah muncul suatu format yang berbasiskan XML. Format ini adalah RDF (Resource Description Framework) [2] (http://www.w3.org/RDF/), yang dibuat dengan filosofi: membuat siapapun bisa berbicara tentang apapun. Dalam RDF, yang menjadi tujuan pokok adalah konten atau the message, yang bisa dipahami semua orang.

