Belajar dari Video Dede dan Icut
Dari Rangkuman Roy Suryo Watch , ensiklopedi bebas
Pada tanggal 13 Januari 2005, Roy Suryo menulis sebuah artikel di edisi cetak Media Indonesia (http://www.mediaindo.co.id) dengan judul Belajar Dari Video Dede dan Icut (http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2005011302472006). Artikel ini membahas pengambilan video pada kejadian tsunami Aceh serta kecelakaan pesawat Lion Air.
Berikut adalah kutipan dari artikel tersebut serta sanggahannya.
| Daftar isi |
Dari Media Indonesia
Kutipan 1
"Kamera-kamera video yang bisa dikonsumsi masyarakat saat itu juga masih jenis-jenis awal, seperti Trinicon, Betamovie BMC, atau ada juga VHS-C menggunakan pita mini yang bisa diputar di Video VHS. Setelah generasi Betamax, muncullah standar Video-8 yang hingga kini masih populer karena harga ekonomisnya (tercatat sebuah kamera V8 kini bisa dibeli dengan harga Rp2,5 jutaan). Kemudian V8 meningkat menjadi Hi-8 yang lebih tinggi resolusi gambarnya, dan akhirnya ke Hi-8 Digital. Sementara itu di dunia Broadcast, standar BetaCam dan BetaCam Digital juga mulai digantikan oleh standar baru yang lebih praktis, yakni DVCam (Digital Video) yang memungkinkan hasil rekaman berupa rekaman digital dan bisa langsung di-edit menggunakan perangkat komputer dengan software editing-nya."
Sanggahan 1
- lebih tepat 'Hi-8 Digital' disebut sebagai Digital8. Baik Hi-8 dan Digital8 sama-sama menggunakan media Hi-8. Tetapi standarnya lebih tepat disebut sebagai Digital8.
- DVCam lebih baik disebut sebagai DV, karena DVCam adalah varian dari DV yang merupakan format proprietary dari Sony (artinya hampir tidak ada vendor lain yang mendukung format ini). Sedangkan Panasonic memiliki varian dari DV yang dinamakan DVCPRO. Walaupun demikian, baik camcorder dari Sony atau Panasonic bisa menggunakan format DV yang standar.
Referensi 1
- 8mm video format di Wikipedia (http://en.wikipedia.org/wiki/Video_Hi8)
- Digital8 di Wikipedia (http://en.wikipedia.org/wiki/Digital8)
- DV di Wikipedia (http://en.wikipedia.org/wiki/DV)
- DVCPRO di Wikipedia (http://en.wikipedia.org/wiki/DVCPRO)
- DVCAM di Wikipedia (http://en.wikipedia.org/wiki/DVCAM)
Kutipan 2
"Di level masyarakat, kini populer pula standar MiniDV yang kasetnya seukuran dengan DVCam di dunia broadcast. Hanya teknologi kameranya yang masih berbeda, karena rata-rata kamera standar broadcast memiliki teknologi lensa 3-CCD (Charge Couple Devices) yang kualitas hasil optiknya lebih baik dibandingkan kamera-kamera MiniDV, meski kini beberapa ada juga yang sudah dijual menggunakan Lensa Carl-Seizz, Leica Dicomar, 3-CCD, dan resolusi di atas 4 megapixel."
Sanggahan 2
- CCD bukanlah jenis lensa. CCD adalah rangkaian yang berfungsi untuk menangkap sinyal cahaya. Pada camcorder dan kamera digital, CCD inilah yang berfungsi untuk mengubah masukan berupa cahaya menjadi data digital yang disimpan dalam camcorder atau kamera digital. Pada mata manusia, fungsi CCD sama dengan retina. Sedangkan pada kamera konvensional, fungsi CCD sama dengan film.
- Carl-Seizz seharusnya ditulis Carl-Zeiss
- Pada saat artikel tersebut ditulis, CCD kamera perekam video yang ada di pasaran belum mencapai 4 megapixel. Bahkan kamera Panasonic AJ-HDC27F (http://catalog2.panasonic.com/webapp/wcs/stores/servlet/ModelDetail?storeId=11201&catalogId=13051&itemId=68646&catGroupId=14569&displayTab=F&surfModel=AJ-HDC27F&surfCategory=Cinema%20Series%20Cameras) yang harganya mencapai $65900 hanya memiliki CCD 1 megapixel.
Referensi 2
- CCD di Wikipedia (http://en.wikipedia.org/wiki/CCD)
- Retina di Wikipedia (http://en.wikipedia.org/wiki/Retina)
Tambahan di mailing list Genetika
Kutipan
Pada posting yang dikirim ke mailing list Genetika (http://groups.yahoo.com/group/genetika), Roy Suryo menambahkan:
Rekans, Ini sedikit catatan saya tentang “Video Amatir” yang sekarang banyak diputar di TV-TV swasta. Perlu sedikit ditambahkan, tulisan ini saya buat sebelum Metro-TV menayangkan video lainnya (karya Bp. Hasyim, kebetulan ybs adalah seorang Videografer Amatir dari Banda Aceh) yang secara teknis dan komposisi lebih sempurna dan sekarang yang memang sering diputar daripada Video karya Cut Putri yang saya ulas dalam tulisan ini ...
http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2005011302472006
Semoga bermanfaat, salam hangat dan damai dari Jogja,
Sanggahan
- Bapak Hasyim sebenarnya adalah profesional di bidang ini. Beliau bekerja di TVRI dan sudah biasa dipanggil untuk mengambil gambar/video pernikahan.

