Mulyana Belum Lapor Kekayaan - Roy Suryo: Kerugian TI KPU Lebih dari Rp 154,1 Juta

Dari Rangkuman Roy Suryo Watch , ensiklopedi bebas

Sumber: Kerugian TI KPU Lebih dari Rp 154,1 Juta (http://www.jawapos.com/index.php?act=detail&id=4864)

Kutipan

Sementara itu, pakar telekomunikasi dan informatika (telematika) Roy Suryo Notodiprodjo meminta DPR melakukan penelitian lebih mendalam terhadap hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Komisi Pemilihan Umum (KPU). Roy menengarai, potensi kerugian pengadaan perangkat teknologi informasi Pemilu 2004 lebih besar daripada hasil temuan auditor BPK Rp 154,1 juta.

Roy menilai, hasil audit pengadaan teknologi informasi KPU terlalu prematur sehingga harus diperdalam dengan audit telematika atas anggaran pengadaan TI KPU untuk Pemilu 2004 Rp 202 miliar. "Kemungkinan kebocoran bisa lebih besar dari Rp 154,1 juta. Sebab, audit KPU belum menyentuh pengadaan perangkat keras seperti server (perangkat pemrosesan data) senilai Rp 50 miliar," kata dia.

Dikatakan, jebolnya pengamanan server KPU ketika di-hack mengindikasikan rendahnya tingkat keamanan data pemilu dan kurang mampunya sumber daya di pusat TI KPU untuk mengamankan data pemilu. "Untuk apa mahal-mahal kalau tidak bisa mengatasi keamanan data. Ini percuma," ujarnya.

Selain kekurangcermatan dalam pengadaan server, Roy menengarai terdapat kebocoran uang negara dalam kontrak sarana komunikasi dengan PT Telkom Rp 19 miliar dan kontrak pengadaan telepon satelit PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) Rp 27 miliar. Kedua sarana komunikasi itu digunakan untuk melaporkan hasil pemungutan suara di tingkat kecamatan ke Pusat Tabulasi Nasional Pemilu 2004 di Jakarta.

Hasil audit KPU yang diserahkan BPK ke DPR menyebutkan sejumlah penyimpangan anggaran, antara lain, pengadaan kotak suara Rp 66,01 miliar, pengadaan surat suara Rp 10,04 miliar, pengadaan tinta Rp 4,39 miliar, dan pengadaan amplop Rp 7,07 miliar.

Sementara itu, pengadaan perangkat TI dinilai menimbulkan kerugian negara Rp 154,10 juta. Penyimpangan anggaran terjadi dalam bentuk kekuranghati-hatian dalam perhitungan harga pekerjaan (raised floor) pada pengadaan data recovery center sehingga terjadi kelebihan harga.


Sanggahan

Alat pribadi