SMS Palsu
Dari Rangkuman Roy Suryo Watch , ensiklopedi bebas
Sebenarnya pernyataan Roy Suryo kali ini tidak terlalu bermasalah seandainya ia tidak pernah mengeluarkan pernyataan lain sebelumnya yang bertolak belakang dengan pernyataannya kali ini.
Sumber artikel: Waspadai SMS Palsu dari Situs Gratisan (http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/02/tgl/01/time/10161/idnews/282838/idkanal/112), di detik-iNet tanggal 1 Februari 2005.
Kutipan
"Nomor palsu yang bisa digunakan termasuk nomor resmi operator telekomunikasi. "Saya sudah coba, kita bisa mengisi nomor pengirim dengan apa saja, termasuk 222, 818, 555 dan sebagainya," ujar Roy kepada detikcom, Selasa (01/02/2005).
Oleh karena itu Roy berharap pengguna ponsel bisa lebih berhati-hati saat menerima tawaran promosi lewat SMS."
Sanggahan
Pernyataan Roy Suryo yang dimuat di detikcom di atas sama sekali tidak bermasalah, andaikan 4,5 bulan yang lalu (11/09/2004), pada kasus "Roy Suryo vs Eko Juniarto", Roy tidak mengeluarkan pernyataan bahwa SMS lebih memiliki nilai hukum (karena jelas identitasnya) dibandingkan e-mail yang bisa seenaknya dibuat. Padahal, jauh sebelum Roy mengeluarkan pernyataan tersebut (11/09/2004), SMS spoofing sudah dikenal orang.
Ini adalah SMS yang dikirim oleh Roy Suryo ke Eko Juniarto pada 11 September 2004 pukul 18:51:14
Memang. SMS lebih memiliki nilai hukum (jelas identitasnya) dibandingkan e-mail yang bisa seenaknya dibuat. Jawaban anda sudah cukup kok, terimakasih.
Silahkan lihat arsip komunikasi selengkapnya Roy vs Eko melalui SMS di: Roy Suryo vs Eko Juniarto (http://www.mail-archive.com/[email protected]/msg43657.html).
Roy sepertinya baru tahu bahwa siapa pun bisa mengirimkan SMS seakan-akan dari sebuah nomor tertentu (yang bahkan bukan milik si pengirim).

