TI KPU Terlalu Canggih
Dari Rangkuman Roy Suryo Watch , ensiklopedi bebas
Kutipan
Pada sebuah artikel di majalah Gatra (http://www.gatra.com/) berjudul Roy Suryo: TI KPU Terlalu Canggih (http://www.gatra.com/artikel.php?pil=23&id=41748) pada tanggal 19 Juli 2004 ada sebuah kutipan dari Roy Suryo:
Pakar multimedia Roy Suryo Notodiprojo mengemukakan, teknologi informasi (TI) yang dipakai Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menghitung perolehan suara, terlalu canggih.
"Peralatan yang dipakai KPU terlalu hebat padahal yang dibutuhkan cuma program excel saja," kata Roy Suryo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin.
Ia mengemukakan hal itu ketika ditanya masalah TI yang dipakai KPU. Roy datang ke Mapolda untuk melaporkan kasus pencemaran nama baik dirinya oleh anggota KPU Chusnul Mariyah.
Sanggahan
Kemungkinan yang dimaksud oleh Roy Suryo adalah program aplikasi Microsoft Excel (http://r.office.microsoft.com/r/rlidAppFolder?clid=1033&p1=excel). Microsoft Excel hanyalah satu dari sekian banyak aplikasi spreadsheet (http://en.wikipedia.org/wiki/Spreadsheet).
Fungsi dari aplikasi spreadsheet adalah untuk melakukan kalkulasi terhadap data dalam bentuk tabel atau matrix. Data-data yang umum diolah oleh spreadsheet adalah data finansial, akuntansi, engineering, statistik atau jenis data lainnya.
Microsoft Excel tidak cocok dijadikan satu-satunya aplikasi TI untuk KPU. KPU membutuhkan aplikasi dengan kemampuan:
- Input data dari seluruh Kelurahan di daerah.
- Pengiriman data dari daerah ke sistem pusat
- Mengumpulkan dan mengolah masukan data dari setiap TPS
- Menampilkan hasil olahan data untuk konsumsi masyarakat
Sedangkan Microsoft Excel saja tidak dapat memenuhi seluruh fungsi-fungsi tersebut. Program aplikasi Microsoft Excel sebenarnya digunakan oleh tim KPU untuk melakukan masukan data. Tetapi selain Microsoft Excel, tim KPU juga melakukan implementasi sistem TI secara menyeluruh.

