Tetap Nyala Di Udara

Dari Rangkuman Roy Suryo Watch , ensiklopedi bebas

Saat terbang bukan berarti dilarang mengaktifkan ponsel, jika Anda merasa perlu flight mode dapat menjadi solusi. Namun biar aman fungsi utama ponsel tetap harus ditidurkan.

Pesawat terbang merupakan salah satu alat transpotasi massal yang lumayan padat prosedur yang mengacu faktor keselamatan saat di udara. Maklum pesawat terbang sendiri tidak lain terdiri dari kumpulan elemen-elemen perangkat elektronik kelas tinggi, yang selain canggih juga agak rawan terhadap gangguan, semisal dari gangguan perangkat elektromagnetik yang dibawa oleh penumpang pesawat. Salah satu yang sempat dianggap haram di pergunakan di pesawat ialah ponsel, yang notabene merupakan elemen penting bagi komunikasi pada kebnaykan masyarakat saat ini. Tiada hari tanpa ponsel, atau lupa membawanya merupakan suatu bencana bagi beberapa orang. 
Begitu pula saat melakukan penerbangan. Dimana saat menjelang take off para crew senantiasa memerintahkan penumpang untuk mematikan ponsel dan alat elektronik lainnya. Memang sudah menjadi sesuatu yang lumrah, tetapi juga harus diakui bahwa rasanya kehilangan kontak dapat menjadi siksaan bagi beberapa orang. Tetapi tidak perlu kuatir bagi anda yang memiliki ponsel yang dilengkapi dengan fitur fight mode atau aircraft mode. Dengan fight mode bukan berarti anda bisa berkomunikasi, yang dapat dilakukan ialah aktivitas berponsel tanpa melakukan suatu hubungan voice. Seperti melihat menu schedule, mendengarkan musik lewat MP3 atau bermain game memang tidak menjadi masalah. Dengan fight mode suatu ponsel tidak memiliki osilator sehingga memang tidak mengeluarkan sinyal elektromagnetik yang dipergunakan untuk memancarkan frekuensi voice maupun data, jadi semestinya tidak dapat menimbulkan gangguan dengan sinyal elektromagnetik yang dipergunakan perangkat di pesawat, ujar Roy Suryo, pengamat telekomunikasi. 
Tetapi memang umumnya pihak maskapai penerbangan telah menarik garis tegas bahwa yang bernama ponsel harus dimatikan saat di berada dalam kabin pesawat. Seolah tidak ingin ambil pusing, maklum pesawat terbang cukup rawan gangguan, dan jika terjadi gangguan sudah pasti akan fatal kejadiannya. Roy Suryo menambahkan seyogyanya pihak crew tetap memperbolehkan aktivitas berponsel dengan flight mode, namun saat pesawat take off dan landing memang dianjurkan pada perangkat ponsel maupun PDA harus mati total sebab kedua momen tersebut merupakan tahap yang rawan dalam penerbangan. 
Setiap ponsel memiliki ciri karakteristik tersendiri menyangkut fitur ini. Pada ponsel Sony Ericsson P800 dan Nokia 7650/3650 dikenal dengan sebutan fight mode. Namun sistem flight mode pada P800 dapat dipilih melalui power. Anda bisa mengoperasikan seluruh menu yang ada, kecuali fungsi ponsel yang memang di non aktifkan. Sedangkan pada Nokia 7650/3650 menu flight mode diadopsi pada jeni Communicator yang terlebih dahulu menggunakan fitur ini. Flight mode pada seri N 7650/3650 dikembangkan oleh PsiNT mobile solution terlebih dahulu harus di download. Sedangkan PDA phone seperti O2 XDA lebih mudah pengaktifannnya, pilihan phone on/off terdapat pada layar menu utama. Hebatnya golongan PDA dapat diaktifkan tanpa harus tergantung akan keberadaan kartu SIM. 
Roy Suryo menyatakan bahwa penggunaan flight mode selama penerbangan cukup aman. Hal ini dikarenakan saat flight mode ponsel tidak menjadi osilator, tetapi juga sifat ponsel yang tidak mengeluarkan gaya sentrifugal. Artinya tidak ada gerakan yang ditimbulkan oleh hardware, dan tentunya tidak menimbulkan emisi elektromagnetik yang mengganggu. Contohnya jika anda mendengarkan musik lewat MP3 pada PDA tentu diperbolehkan, lain halnya jika anda mendengarkan MP3 lewat Diskman yang membutuhkan getaran dari cakram CD. Pada prinsipnya hal ini tidak berbeda jauh dengan yang diterapkan pada pelarangan berponsel di pom bensin. Flight mode sendiri juga cocok diterapkan pada red area seperti tempat peribadatan dan rumah sakit.
Alat pribadi