Tampaknya kasus Roy Suryo dengan Eko Juniarto (EJ) sudah selesai dengan EJ memaafkan Roy Suryo. Roy Suryo sendiri tampaknya masih belum memaafkan EJ.
Nah, sebenarnya siapa yang salah dalam kasus ini? Silakan nilai sendiri dengan melihat kembali entri ini.
Silakan baca kutipan email keduanya di milis Telematika.
Btw: Kamis sore di Gedung Cyber ada apa?
Email Roy Suryo
----------
From: KRMT Roy Suryo Notodiprojo
Reply-To: [email protected]
To: Priyadi Iman Nurcahyo
Date: Wed, 27 Oct 2004 12:23:45 +0000
Subject: [Telematika] Re: Sampai jumpa hari Kamis sore (28/10/04)
Date: Wed, 27 Oct 2004 03:04:41 +0700
From: Priyadi Iman Nurcahyo
Subject: Re: Sampai jumpa hari Kamis sore (28/10/04)
bagaimana dengan character assassination yang anda lakukan pada sdr eko
juniarto pada tanggal 12 september 2004? sudah satu setengah bulan, dan saya
sama sekali belum melihat kelanjutannya...
----
Saudara Priyadi,
Lebih baik tidak usah ikut2 urusan orang lain yang diluar kemampuan
saudara, apa yang dilakukan oleh si Eko sudah bisa saya maklumi dengan
penjelasan panjang lebar dari Ayah Mertuanya beberapa waktu lalu yang
meminta saya agar "sing luwih waras mengalah".
Jadi saya selanjutnya memang mengambil posisi untuk menghormati beliau
(baca: ayah mertua si Eko) tersebut, apalagi ini bulan yang baik untuk
memaafkan orang2 yang pernah melakukan kesalahan, kecuali bila orang2
tersebut tetap tidak mau sadar untuk mengerti dan meminta maaf (atau bisa
juga, dimintakan maafnya oleh pihak lain seperti diatas :-) ...
Salam dan Sampai jumpa besok Kamis sore di Gedung Cyber,
----------
Email Eko Juniarto
----------
From: N e o
Reply-To: [email protected]
To: [email protected]
Date: Tue, 26 Oct 2004 23:07:20 -0700
Subject: Re: [Telematika] Re: Sampai jumpa hari Kamis sore (28/10/04)
- Show quoted text -
At 12:23 27/10/2004 +0000, KRMT Roy Suryo Notodiprojo wrote:
>Date: Wed, 27 Oct 2004 03:04:41 +0700
>From: Priyadi Iman Nurcahyo
>Subject: Re: Sampai jumpa hari Kamis sore (28/10/04)
>
>bagaimana dengan character assassination yang anda lakukan pada sdr eko
>juniarto pada tanggal 12 september 2004? sudah satu setengah bulan, dan saya
>sama sekali belum melihat kelanjutannya...
>----
>
>Saudara Priyadi,
>
>Lebih baik tidak usah ikut2 urusan orang lain yang diluar kemampuan
>saudara, apa yang dilakukan oleh si Eko sudah bisa saya maklumi dengan
>penjelasan panjang lebar dari Ayah Mertuanya beberapa waktu lalu yang
>meminta saya agar "sing luwih waras mengalah".
ooow, sekarang ternyata pak raden menganggap dirinya paling waras, hehehe.
btw, lucu juga ya, yang bermasalah itu anda ke saya, tapi ngadunya ke
mertua saya. dulu waktu kalah main gundu sih emang masih nge-trend tuh
ngadu ke orang tua.
soal character assassination, apakah anda benar-benar mengerti apa artinya?
seperti yang anda lakukan terhadap orang-orang yang jadi korban narsisisme
publisitas anda. atau misalnya
http://secandri.com/blog/2004/10/25/roy-linux/, apakah itu character
assassination? rasanya nggak sih, itu si idban saja yang nge-fans ke pak
raden :)
btw, mumpung bulan puasa, saya juga memaafkan kok kesalahan yang telah anda
perbuat ke saya. saya sih gak perlu pake alasan siapa yang paling waras,
cukup pake logika akal sehat saja, tidak ada manfaatnya mengejar orang yang
memang sudah sangat jelas tidak punya etika moral lagi. yang ada cuma capek
hati, hehe.
--
I solemnly swear that I'm up to no good
Tanggal 6 Oktober lalu, KPU melalui kuasa hukumnya Yosef B Badeoda SH melaporkan Roy Suryo kepada Polda Metro Jaya dengan tuduhan melakukan tindak pidana pencemaran nama baik dan fitnah sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 310 dan 311 KUHP (lihat berita). Hal ini adalah realisasi dari apa yang dipertimbangkan KPU di bulan Agustus lalu (lihat berita).
Jadi sekarang hubungan KPU dengan Roy Suryo menjadi lebih rumit. Kita tunggu saja perkembangan kasus ini.