Kasus Penyadapan KBRI Canberra

Dari Rangkuman Roy Suryo Watch , ensiklopedi bebas

Daftar isi

Kutipan

Pada kasus penyadapan KBRI Canberra, Roy Suryo kembali menjadi narasumber di Radio Singapore International. Transkrip dari wawancara beliau dapat dilihat di situs web Radio Singapore International (http://rsi.mediacorpradio.com/indonesian/fokusasia/view/20040212131000/1/.html). Berikut adalah kutipan dari transkrip tersebut.

Penyadapan sebenarnya bukan merupakan persoalan baru. Karena sebagaimana ahli teknologi komunikasi dan konsultan multimedia KRMT Roy Suryo Notodiprojo sejak orang mulai merasakan arti penting informasi dalam Perang Dunia ke-II mulailah dikembangkan teknologi penyadapan.

R: …Yang namanya penyadapan itu adalah upaya satu negara melawan negara lain. Penyadapan sudah ada sejak Perang Dunia II - ketika orang sudah mengenal arti penting informasi dan beramai-ramai menciptakan alat sadap serta alat anti sadap. Makanya saat PD II kita kenal beberapa devices seperti ENIGMA dsbnya. Itu adalah alat-alat yang memungkinkan untuk dipasang di telfon sehingga sulit diterima di tempat yang lain. Itu disebut encoder. Tapi selalu saja ada yang namanya decodernya - yang bertujuan membuka kode-kode tersebut. Ini memang satu permainan 'game yang sangat menarik' bagi satu negara ke negara-negara lain. Saya bicara terus terang ya bahwa alat-alat anti sadap itu memang ada tapi alat-alat sadap pun semakin lama semakin canggih. Dulu telefon seluler misalnya - disebut-sebut sebagai alat yang paling mudah disadap sehingga orang menciptakan AMPS GSM CDMA naik lagi ke PCN. ….Ini memang satu permainan 'game yang sangat menarik' bagi satu negara ke negara-negara lain. Kita juga tahu kalau negara-negara adikuasa seperti US - Australia - Kanada memiliki jaringan untuk melakukan hal ini. Mereka punya proyek-proyek dan khusus mengarah pada satelit komunikasi di semua negara.

E: Indonesia belum cukup mampu membuat alat anti sadap ini? .

R: Sulit sekali karena namanya saja informasi pasti kalau disandikan tetap bisa dibuka. Karenanya apa yang diinformasikan atau content yang disebarkan meskipun mengandung rahasia sebaiknya apa yang sebenarnya ada saja.

E: Adakah saran anda supaya pesan2 dari level satu tidak terlalu terserap pada begitu banyak orang?

M: Bisa dilakukan penyadapan jika ada dua alat komunikasi atau lebih yang digunakan dan tergantung pada alat-alat lain. Selama kita masih berkomunikasi lewat frekuensi - apalagi frekuensinya menggunakan satelit yang bukan milik sendiri katakanlah Indonesia dulu menggunakan satelit Palapa tapi sekarang satelit itu sudah bukan lagi milik Indonesia maka tentu akan rawan terhadap penyadapan. Kita harus menggunakan jalur yang profiteering menggunakan pengkodean tertentu - meskipun hal ini tidak 100% menjamin karena bisa juga dengan alat-alat lain. Jadi artinya kalau memang ingin secure atau aman kita harus menggunakan alat-alat milik sendiri. Pensandiannya pun harus menggunakan sistem pensandian sendiri. Kalau kita masih menggunakan pensandian yang lazim dipakai oleh negara lain maka memungkinkan orang lain membuka kode-alat yang kita pergunakan" .

Lebih jauh ahli teknologi komunikasi dan konsultan multimedia KRMT Roy Suryo Notodiprojo - yang sempat membantu kepolisian Indonesia mendeteksi keberadaan gembong teroris Imam Samudra lewat saluran telfon selulernya mengusulkan agar Indonesia atau pun negara-negara lainnya menggunakan kode-kode khusus yang tidak dikenal banyak kalangan. Sehingga kode-kode ini tidak dapat dibuka atau dipecahkan atau kalau pun bisa dibuka maka akan membutuhkan waktu yang lama. Ia mencontohkan kode-kode yang dipakai warga Vietnam dalam memenangkan perang di tahun 70-an.

… Seperti orang-orang Vietnam ketika hendak memenangkan perang atas Amerika selain bergerilya mereka juga menuliskan pesan-pesan yang tidak dimengerti oleh Amerika. Jadi bukan hal yang tabu karena yang namanya strategi bisa saja dilakukan. Mungkin kita akan kembali menggunakan sandi rumput semaphore atau kode yang dibikin sendiri. Ini merupakan hak dari setiap negara yang bersangkutan. Persoalan baru muncul kalau kita harus menyamakan kode-kode yang dipakai dengan bahasa internasional karena orang bisa saja membuka kode-kode yang kita pakai itu. …Artinya ini suatu game yang cantik jadi dinikmati saja. Karena memang kecanggihan satu negara atas negara tertentu yang tidak perlu disangkal. Karena kalau disangkal kita malah kelihatan lucunya. Jadi apa yang kita informasikan selama tidak melanggar hukum internasional ok saja.

Sanggahan

Enigma

Enigma bukanlah "alat-alat yang memungkinkan untuk dipasang di telfon sehingga sulit diterima di tempat yang lain" seperti yang disebutkan oleh Roy Suryo. Enigma adalah mesin yang berfungsi untuk melakukan enkripsi dan dekripsi terhadap sebuah pesan teks. Enigma digunakan oleh Jerman Nazi pada perang dunia kedua. Secara fisik, Enigma memiliki bentuk yang serupa seperti mesin ketik.

Tentang Kriptografi Secara Umum

Kriptografi adalah sebuah ilmu untuk mempelajari cara-cara menkonversi informasi dari bentuk aslinya yang dapat dimengerti menjadi sebuah format yang tidak dapat dimengerti tanpa bantuan informasi yang bersifat rahasia. Pada jaman sekarang, kekuatan suatu algoritma enkripsi ditentukan bukan dari kerahasiaan langkah-langkah algoritma itu sendiri, tetapi dari kerahasiaan dan panjang kunci yang diperlukan untuk membuka sebuah data yang terenkripsi.

Bisa saja semua negara di dunia menggunakan algoritma enkripsi yang sama, termasuk Indonesia dan Australia. Tetapi jika pesan terenkripsi yang dikirim dari KBRI Canberra ke Jakarta diketahui oleh pihak Australia, maka belum tentu pihak Australia dapat mengetahui isi pesan tersebut.

Menciptakan sandi bukan hal yang mudah, bahkan Microsoft yang sebesar itupun masih salah dalam menerapkan enkripsi (http://it.slashdot.org/article.pl?sid=05/01/27/1344218&tid=93&tid=128&tid=109) dalam produk mereka. Perhatikan bahwa algoritma enkripsi yang dipakai Microsoft bukan buatan mereka sendiri.

Studi Kasus PGP

PGP adalah sebuah sistem kripto yang sering digunakan untuk mengenkripsi email, memiliki algoritma yang terbuka. Bahkan, salah satu implementasi PGP, yaitu GNU Privacy Guard (GPG) (http://www.gnupg.org) memiliki kode sumber (source code) yang terbuka dan dapat dilihat oleh siapa saja.

PGP menggunakan algoritma asimetrik, artinya perlu dibuat sebuah pasangan kunci, disebut kunci publik (public key) dan kunci privat (private key). Kunci publik ini dapat disebarkan secara luas tanpa harus khawatir akan mempengaruhi keamanan kripto. Sedangkan kunci privat harus dijaga jangan sampai diketahui oleh orang lain.

Proses enkripsi dan dekripsi pada PGP dijelaskan oleh langkah-langkah berikut:

  • Pihak yang ingin menerima data terenkripsi membuat pasangan kunci publik dan privat. Kemudian mengirimkan kunci publik ke pihak yang ingin mengirim data
  • Pihak yang bermaksud untuk mengirim data melakukan enkripsi data dengan menggunakan kunci publik dari pihak yang ingin menerima data
  • Hasil enkripsi dikirim ke pihak yang ingin menerima data. Jika ada pihak ketiga yang berhasil mendapatkan data terenkripsi ini, maka pihak tersebut tidak akan dapat melihat data sebenarnya karena tidak memiliki kunci privatnya.
  • Pihak pertama menerima data terenkripsi tersebut, dan dapat melakukan proses dekripsi dengan menggunakan kunci privat yang dibuat pada langkah pertama.

Analisis keamanan:

  • Selama kunci privat tidak diketahui pihak ketiga maka sistem kriptografi PGP cukup aman. Pihak ketiga tidak dapat melakukan dekripsi secara langsung walaupun mengetahui langkah-langkah algoritma enkripsi, kunci publik dan data yang dienkripsi.
  • Satu-satunya cara untuk menembus sistem kripto ini tanpa mengetahui kunci privat adalah dengan cara brute force attack (http://en.wikipedia.org/wiki/Brute_force_attack), yaitu mencoba satu per satu seluruh kombinasi yang memungkinkan. Lama dari proses brute force attack ini ditentukan dari panjang kunci yang dibuat oleh pihak pertama. Semakin panjang semakin lama proses yang dibutuhkan.

Distributed.net: Contoh Kasus Brute Force Attack

Distributed.net (http://www.distributed.net) adalah sebuah sebuah proyek komputasi terdistribusi. Salah satu proyeknya adalah melakukan brute force attack terhadap sebuah pesan terenkripsi. Distributed.net diikuti oleh ribuan komputer di seluruh dunia. Hasil yang telah dicapai adalah sebagai berikut (hanya menyertakan proyek yang berhubungan dengan enkripsi):

  • Berhasil menuntaskan tantangan dari RSA Labs untuk memecahkan pesan yang dienkripsi dengan algoritma RC5 dan panjang kunci 56 bit. Selesai dalam jangka waktu 250 hari.
  • Berhasil menuntaskan tantangan dari RSA Labs untuk memecahkan pesan yang dienkripsi dengan algoritma RC5 dan panjang kunci 64 bit. Selesai dalam jangka waktu 1757 hari.
  • Belum berhasil menuntaskan tantangan dari RSA Labs untuk memecahkan pesan yang dienkripsi dengan algoritma RC5 dan panjang kunci 72 bit. Saat ini sudah menginjak hari ke 795, dan baru 0.189% dari keseluruhan proses yang telah dijalankan. Dengan daya proses rata-rata sama seperti saat artikel ini dibuat, maka diperkirakan proyek ini akan selesai maksimal dalam 420635 hari atau 1152 tahun!

Kriptologi di Indonesia

Kegiatan kriptologi / kriptografi di Indonesia bukan tidak ada. Daftar paper (http://www.ncisc.or.id/html/accepted_papers.html) yang akan disajikan pada konferensi Kriptologi tahun 2005 ini bisa memberikan gambaran sekilas tentang aktivitas yang berkaitan dengan sandi di Indonesia.

Kesimpulan

Tidak benar bahwa "Indonesia belum cukup mampu membuat alat anti sadap ini". Kenyataannya adalah teknologi alat anti sadap sudah tersedia dan tinggal digunakan.

Tidak benar bahwa "kalau memang ingin secure atau aman kita harus menggunakan jalur komunikasi milik sendiri". Dalam kasus PGP, pesan dapat saja dikirim melalui jalur tidak aman, tetapi pihak ketiga tidak akan dapat mendapatkan isi aslinya tanpa bantuan kunci privat yang dirahasiakan.

Referensi

Alat pribadi