Lomba Cepat di Jalur Premium
Dari Rangkuman Roy Suryo Watch , ensiklopedi bebas
| Daftar isi |
Kutipan Artikel
Pada sebuah artikel di majalah Tempo yang berjudul Lomba Cepat di Jalur Premium, Roy Suryo menjadi narasumber. Artikel ini membahas tentang layanan premium pada ISP-ISP.
Tentang kecepatan download modem:
Roy Suryo, pakar telematika dari Universitas Gadjah Mada, meminta klaim kecepatan itu diterima dengan hati-hati. Ia mengingatkan, alat pengukur kecepatan download sering tidak akurat. "Kadang di pengukur kecepatan modem tertera angka 52kbps, padahal kenyataan mungkin cuma separuhnya," katanya.
Tentang teknik pemampatan:
Menurut Roy, teknik pemampatan memang memungkinkan perbaikan kecepatan. Namun secara teori, file yang dimampatkan ukurannya cuma bisa mengkeret dan berkurang maksimal seperenam dari ukuran asli.
Sanggahan
Kecepatan Transfer Data
Kecepatan koneksi ke modem menunjukkan satu di antara dua hal:
- kecepatan komunikasi dari komputer ke modem,
- kecepatan komunikasi dari modem di komputer kita ke modem ISP yang dihubungi
Kecepatan dari komputer ke modem dalam kebanyakan kasus adalah 115200 bps. Ini adalah kecepatan maksimum port serial RS-232. Sedangkan kecepatan maksimum dari modem komputer ke modem ISP adalah 56 Kbps untuk download dan 33.6Kbps untuk upload.
Sedangkan kecepatan download dipengaruhi oleh lebih banyak hal selain kecepatan modem. Secara teori sebuah modem dengan kecepatan 56 Kbps dapat mentransfer data dengan kecepatan kurang lebih 5 KB/detik. Namun hal tersebut masih dipengaruhi oleh hal lain seperti kecepatan transfer data dari sisi ISP ke Internet secara keseluruhan. Hampir semua ISP tidak memiliki rasio bandwidth 1:1 dimana sebuah modem 56Kbps dijamin untuk mendapatkan bandwidth ke Internet sebesar 56Kbps juga. Sebagai contoh, ISP dengan rasio bandwidth 1:5 dan memiliki 10 buah modem 56 Kbps akan memiliki bandwidth keluar sebesar 1/5 * 10 * 56 Kbps = 112 Kbps. Jika pada satu saat seluruh modem yang dimiliki ISP ini digunakan secara penuh oleh pelanggan, maka kecepatan efektif setiap pelanggan menjadi 112 Kbps / 10 = 11.2 Kbps. Walaupun demikian kondisi ini jarang terjadi karena tidak semua modem terpakai, dan jika terpakai tidak seluruh dari bandwidth 56 Kbps digunakan oleh pelanggan.
Selain itu ada faktor-faktor eksternal lain yang mempengaruhi kecepatan download. Misalnya kondisi server yang diakses, jarak network ke server yang diakses, bandwidth yang dimiliki oleh server yang diakses, dan sebagainya. Jenis data pun juga mempengaruhi kecepatan download, data teks lebih cepat ditransfer daripada gambar karena data teks jika dikompresi akan menjadi lebih kecil dibandingkan data gambar.
Jadi jika kecepatan download lebih kecil daripada kecepatan modem, kemungkinan besar hal tersebut merupakan pengaruh faktor eksternal, dan bukan karena "kecepatan modem mungkin cuma separuh dari pengukur kecepatan modem".
Tentang Kompresi
Apabila yang dimampatkan adalah teks murni (ASCII) berbahasa Inggris, tingkat pemampatan losless rata-rata bisa mencapai sekitar 8:2.3.
Pada kasus ekstrim, data yang murni random tidak mungkin dikompresi. Sedangkan data yang seragam (sebagai contoh teks ASCII yang seluruh isinya adalah karakter yang sama) rasio kompresinya mendekati 100%.
Berikut ini adalah demonstrasi kondisi ideal yang dapat dilakukan sendiri pada setiap komputer dengan sistem operasi Linux atau UNIX:
- Buat file dengan perintah dd if=/dev/zero of=foo count=100000. Perintah ini akan membuat sebuah file 'foo' berukuran 50 MB yang seluruh isinya adalah karakter null (ASCII nomor 0)
- Lakukan kompresi kepada file tersebut dengan perintah gzip < foo > foo.gz dan/atau bzip2 < foo > foo.bz2. Kedua perintah ini akan menghasilkan file 'foo.gz' dan 'foo.bz2'.
- Lihatlah ukuran ketiga file tersebut dengan perintah ls -l foo*. Hitung ukuran file asli dibagi dengan ukuran file setelah dikompresi. Hasil di komputer penulis adalah 1:632000 untuk kompresi bzip2 dan 1:1030 untuk kompresi gzip. Jauh lebih besar daripada 'rasio pemampatan data maksimal versi Roy Suryo yang hanya 1:6'.
Kesimpulan: tidak benar jika rasio pemampatan data maksimal hanya sebesar 1:6 seperti yang Roy Suryo katakan.
[1] (http://www.cs.waikato.ac.nz/~singlis/ratios.html) [2] (http://answers.google.com/answers/threadview?id=429962) [3] (http://en.wikipedia.org/wiki/Data_compression)

