Siapa Bilang Belanja Pakai Kartu Kredit Curian Aman-aman Saja?

Dari Rangkuman Roy Suryo Watch , ensiklopedi bebas

Kutipan

Dari sebuah artikel di astaga.com (http://www.houseofglory.com/info/arsip2.asp?id=87), Roy Suryo dikutip mengenai hal carding:

Pengamat multimedia Roy Suryo menjelaskan bahwa tindakan para maling pinter itu memang tidak lebih dari kasus pencurian. Caranya dengan membobol nomor rekening kartu kredit milik orang lain. Pola pembobolan itu pun tidak canggih, tidak seperti yang dilakukan oleh para hacker. Para maling itu hanya seperti membobol rumah tapi sudah mengantongi kuncinya.

Perbedaannya dengan hacker, para hacker telah mengenal dan menguasai sistem sekuriti hingga mampu membobol password, sementara para carder, ya si maling kartu kredit itu, cara operasinya amat mudah. Untuk membeli barang lewat internet, mereka harus tahu 4 hal otorisasi yakni nomor 16 digit, expired (batas waktu kartu kredit), nama pemilik, dan alamat e-mail.

Sanggahan

Untuk otorasisasi kartu kredit, digunakan semua atau sebagian identitas berikut ini:

  • Nomor kartu kredit sepanjang 13-16 digit
  • Nama pemilik kartu kredit
  • Waktu kadaluwarsa kartu kredit
  • Alamat penagihan kartu kredit
  • Nomor CID, CVC atau CVV sepanjang 3-4 digit, biasanya tertera di belakang kartu kredit

Pada awal-awal e-commerce, yang digunakan sebagai informasi untuk otorasisasi adalah nomor kartu kredit, bulan kadaluwarsa, serta nama pemilik kartu kredit. Namun seiring dengan berkembangnya penyalahgunaan kartu kredit di Internet, penjual jasa/barang di Internet menggunakan seluruh informasi di atas untuk memverifikasi pembeli. Selain itu, beberapa penjual juga hanya akan mengirim barang ke alamat yang sama dengan alamat penagihan kartu kredit.

Nama pemilik kartu kredit tidak dapat begitu saja dipergunakan, karena nama lengkap seseorang mungkin berbeda dengan nama yang tertera di kartu kredit, misalnya karena terlalu panjang sehingga sebagian dituliskan sebagai singkatan.

Tetapi, alamat email tidak dibutuhkan untuk melakukan transaksi dengan menggunakan kartu kredit. Alamat email bukanlah informasi yang harus diberikan oleh pemilik kartu kredit ke perusahaan penerbit kartu kredit, sehingga pihak penjual tidak dapat menggunakan record ini untuk memverifikasi kartu kredit pembeli.

Alamat email memang digunakan pada kebanyakan transaksi, namun digunakan hanya untuk misalnya mengirim detail transaksi ke pelanggan, bukan untuk memverifikasi kartu kredit.

Referensi

Alat pribadi