Bung Suyo belum paham dengan TI
Bung Suryo, penggunaan TI yg terlalu canggih dalam pemilu sebenarnya tidak perlu anda persoalkan. Saya bangga dengan pemerintah Indonesia yang berani menggunakan infrastructure TI untuk ambil bagian dalam pemilu. Masih adanya kekurangan-kekurangan KPU dalam penggunaan TI itu adalah wajar, karena yg harus dipersoalkan adalah siap atau tidaknya SDM yg mengoperasikan infrastructure TI itu. Biaya besar yg keluar adalah wajar karena diperlukan untuk pembangunan infrastructures TI yg canggih dan memberikan pelatihan-pelatihan kepada SDM dalam penggunaan dan pengoperasian TI. Anda sebagai seorang yg disebut “Pakar” boleh megatakan penggunaan excel adalah lebih baik, karena anda seorang pakar multimedia. Bila kita tanyakan kepada pakar TI, maka mereka akan memberikan saran yg lebih baik dan lebih canggih. Wajar memang kalau kita mengadaptasi TI yang canggih kita harus mengeluarkan biaya yg besar. It’s a part of costs infrastructure! Have you learned about it before? Negara lain menggunakan “electronic voting and counting system” (EVACS) dalam pemilu mereka. Berapapun biaya yg dikeluarkan, asal benar-benar bermanfaat bagi banyak orang sebenarnya tidak masalah. Bung Suryo, please feel free to ask me regarding IT trends, and as an IT expert I’ll do my best to answer it :)