roysuryo
... ..:.. .::::

July 2004
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31

Back July 21st, 2004 Forward
Roy Suryo: TI KPU Terlalu Canggih (untuk dia mengerti)

"Pakar multimedia" Roy Suryo Notodiprojo mengemukakan, teknologi informasi (TI) yang dipakai Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menghitung perolehan suara, terlalu canggih.

"Peralatan yang dipakai KPU terlalu hebat padahal yang dibutuhkan cuma program excel saja," kata Roy Suryo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin. (???????)

Ia mengemukakan hal itu ketika ditanya masalah TI yang dipakai KPU. Roy datang ke Mapolda untuk melaporkan kasus pencemaran nama baik dirinya oleh anggota KPU Chusnul Mariyah.

beberapa komentar :

1. roy suryo dan teknologi ([email protected], 20/07/2004 10:24)
Saya ingat nama roy suryo terakhir disebut2 waktu ada kasus foto artis di Handphone itu, beliau kasih analisa teknis panjang lebar dan meralat analisa itu beberapa hari kemudian karena salah ulasan tentang teknik manipulasi data di foto digital. Saya ngga tau persis kapasitas beliau itu berkecimpung di dunia teknologi, mengingat latar belakang beliau itu adalah dosen FSIP disuatu perguruan tinggi. Saya juga ngga tau motif2 dibelakang itu, mungkin saja ambisi pribadi, mungkin memang dedikasi sebagai cendekiawan. Diluar statements roy suryo, yang mungkin perlu diingat bersama adalah; saat-saat sekarang ini banyak orang2 yang sering memboceng kesempatan untuk populeritas pribadi. Walahualam pak roy suryo, semoga beliau ngga punya niat membodohkan bangsa Indonesia. Mawas diri bukan hal yang memalukan.



2. Kira-kira kalau TI KPU pakai Excel dan Mas Roy Suryo jadi kepala proyeknya..berapa jadinya? ([email protected], 19/07/2004 17:57)
Menarik sekali komentar Mas Roy Suryo ini.
Pola pikirnya sederhana dan cenderung melakukan pendekatan pragmatis. Sama seperti ketika beliau membonceng software WINAMP atau semacamnya untuk menganalisis suaranya Habibie-Ghalib. Dengan melihat gambar2 grafik yang mirip, beliau berani mengatakan bahwa itu sama. Ingat...bahkan tanpa adanya perhitungan kuantitatif lho....hanya tayangan kualitatif saja udah PeDe banget, sampai bersedia dikasih gelar ahli Multimedia...Huahahahaha

selengkapnya lihat di http://www.gatra.com/artikel.php?pil=23&id;=41748

Back July 21st, 2004 Forward