Jakarta, Pengamat multimedia Roy Suryo mengaku siap memperkarakan penanggung jawab Sistem Teknologi Informasi KPU, Chusnul Mar'iyah ke kepolisian tentang tuduhan Chusnul bahwa Roy Suryo mendapat bayaran tim sukses capres Wiranto/Salahuddin Wahid.
Sebelum mengadukan Chusnul Mar'iyah ke kepolisian, Roy menyatakan akan lebih dulu mengajukan surat formal dulu untuk menuntut permohonan maaf Chusnul Mar'iyah. Permohonan maaf diharapkan oleh Roy Suryo ditampilkan di media baik cetak maupun elektronik yang menampilkan pernyataan Chusnul Mar'iyah.
"Kalau mau minta maaf oke, tidak akan saya lanjutkan. Kalau tidak, saya akan perkarakan dan mungkin akan ada penyitaan handphone tersebut," kata Roy dalam acara Diskusi "Penghitungan Suara Lewat Internet KPU Kenapa Meragukan" yang diadakan oleh Radio 68H di Restoran Mina, Hotel Sahid Jaya Jakarta, Kamis (15/7/2004).
Tentang penyitaan telepon seluler milik Chusnul Mar'iyah, menurut Roy itu bisa dilakukan melalui unit cybercrime di kepolisian. "Saya ingin membantu Ibu itu melacak pengirim SMS soal tuduhan itu jika benar ada SMS tersebut. Jika ternyata tidak ada SMS tersebut atau dihapus maka pernyataannya yang akan saya perkarakan," tandas Roy Suryo.
Pernyataan Chusnul Mar'iyah yang dimaksud oleh Roy Suryo tersebut dikeluarkan pada acara dengar pendapat hasil penghitungan suara melalui TI yang digelar di Pusat Tabulasi Nasional di Hotel Borobudur Selasa (13/7/2004) malam.
Chusnul ketika itu menuduh Roy Suryo menjual data perhitungan suara kepada Capres Wiranto/Salahuddin Wahid. Chusnul juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap statemen yang dikeluarkan Roy. Chusnul mengaku memperoleh informasi tersebut melalui SMS.
Roy langsung meminta bukti SMS tersebut. "Mana nomornya, saya bisa lacak untuk membantu Ibu melacak SMS gelap itu. Jangankan capres, orang biasa pun yang minta data akan saya beri gratis," sambarnya. Chusnul tidak bersedia menunjukkan nomor ponsel pengirim SMS tersebut. (sumber : detik.com)