"...Dalam pandangan saudara-saudaranya, Roy pribadi yang baik, meski punya kekurangan. Bagi Donny, Roy kakak yang asyik diajak bermain, meski mempunyai ego besar.
Sebaliknya, di mata kakak laki-lakinya, Sony Suryo, Roy orang yang suka mencari popularitas. "Lha kayak dia ikut tim (pelacakan) Tommy Soeharto, sebenarnya kan bukan (mencari) Tommy-nya yang penting, tapi ... popularitasnya," kata Sony, seorang dokter spesialis kejiwaan di satu rumah sakit Yogyakarta.
Menurut Sony, pola pikir seseorang akan berbeda kalau ia memiliki anak. Segala tindak-tanduk akan memperhitungkan dan mempertimbangkan anak atau keluarga. "Nah, Roy ini sing penting mlebu koran (yang penting masuk koran). Nggak ada perhitungannya," kata Sony, tertawa. ...."
Selengkapnya, silakan baca : http://www.pantau.or.id/txt/15/08.html
|
Roy Suryo Sang Jagoan
(Anonymous)
hahaha
ternyata? saya kira jg cm saya yang gk cocok sama Roy Suryo. Padahal saya dulu sempet kepincut lo sama acara e-lifestyle di Emtro yang ada Suryonya itu. tapi gk tau kenapa habis itu pelan-pelan saya jadi gk suka. Kalo saya pikir2 lagi, mgk iya si Roy terlalu banyak campur tangan ke mana2. Tapi buktinya apa? Cuma ngasih alsan teknis tanpa ada pembuktian lebih lanjut ya bullshit dong. yang paling saya ingat kemaren tu soal Sukma Ayu, yang katanya bisa tu dilacak keasliannya lewat meta information yang terembed di file videonya. Ko yang gtu kan masih bias diakali tu .. memangnya susah apa mau mengganti meta info di dalam file. Asal tahu formatnya aja kan beres. APalagi klo meta infonya dlam bentuk plain string, malah bisa langsung diobrak abrik .. gituu |