Joe Millionaire Indonesia
Hari ini tokoh kita Roy Suryo mengirimkan imel ke salah satu mailing list yang berisi kutipan faksimilinya ke RCTI dan beberapa media lain. Faksimili yang menyayangkan penayangan Joe Millionaire Indonesia itu mengklaim bahwa Joe yang masuk di acara asli di Amerika adalah milyuner sejati, dan bahwa Joe itu membeli acara tersebut. Pernyataan ini jelas keliru, karena “Joe Millionare” Evan Marriott di Joe Millionaire adalah pekerja konstruksi yang berpenghasilan $19.000 setahunnya, yang diungkapkan di episode terakhir. Anda mungkin juga akan tertarik dengan komentar Roy Suryo mengenai kompetensi, kapasitas, dan SMS pemirsa.
Oh ya, Roy Suryo tidak lupa menunjukkan pengetahuannya yang mendalam terhadap fotografi dengan menuliskan jenis kamera yang digunakan oleh juru kamera profesional yang muncul di JMI.
Berikut adalah kutipan dari fax Roy Suryo.
Joe Millionaire dan “Kartini-kartini Indonesia”
Pertama-tama perlu disampaikan sebelumnya, bahwa meski saya tercatat sebagai Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (KPID-DIY), namun dalam hal ini saya menulis dalam kapasitas selaku pribadi, hanya seorang masyarakat pemirsa televisi biasa, yang cukup terusik dengan tayangan benama “Joe Millionaire Indonesia” (JMI) di salahsatu TV swasta, RCTI. Setelah berulangkali mencoba memahami tayangan yang disebut-sebut- “mega reality show” tersebut, saya berani menarik asumsi bahwa tayangan JMI ini seperti semakin tidak memiliki konsep yang jelas, cenderung tidak mendidik positif, bahkan tampak menjual beberapa kepalsuan prinsipal. Sangat berbeda dengan tayangan-tayangan “reality” lainnya di layar televisi Indonesia, mulai dari AFI, Indonesian Idol, KDI, Indonesian Star, Penghuni Terakhir, sampai ke API, dsb, saya bahkan sangat menyayangkan RCTI sebagai televisi swasta pertama dan tertua di Indonesia, seperti “kecolongan” mengadopsi tayangan yang aslinya disiarkan oleh Jaringan Televisi Fox di Amerika tersebut. Mulai dari sosok “Joe” yang digambarkan sebelumnya sebagai seorang milyuner beraset 50M, datang ke lokasi villanya naik helikopter, sebenarnya bernama asli Marlon dan profesi sehari-harinya seorang peselancar, ini sudah merupakan kepalsuan prinsipal. Sangat berbeda dengan kondisi aslinya di Amerika dimana memang Joe (baca: asli) adalah seorang milyuner sebenarnya dan berniat untuk memilih pasangan dengan “membeli” acara JM tersebut, bahkan (maaf) bisa mengajak kencan para wanita kontestan sebelumnya. Jadi kapasitas dan kompetensi Marlon di JMI ini pantas diragukan, karena dia bisa seenak-enaknya memilih secara subyektif tanpa memperhatikan ribuan bahkan jutaan SMS pemirsa yang terbuang percuma, karena apapun yang diketik oleh para pengirim SMS tersebut sebenarnya hanya digunakan untuk undian, alias tidak mempengaruhi penilaian JMI oleh Marlon.
Episode-episode selanjutnya semakin menampakkan “kebingungan arah” dari JMI ini, dimana sempat dibuat edisi Baywatch dengan sessi foto-fotoan di pinggir pantai. Dimana meski melibatkan fotografer professional dengan kamera professional sehari-harinya (Canon 1Ds), sessi pemotretan di pinggir pantai tersebut tampak terlalu dipaksakan untuk tayangan bercitra Indonesia. “Kebingungan arah JMI” ini semakin nampak pada episode Sabtu (09/05) kemarin, dimana menampilkan seorang narasumber artis senior pecinta lingkungan, tetapi malah diminta memberikan materi soal “character building”, yangmana seharusnya disampaikan oleh seorang psikolog atau setidaknya seorang yang mendalami masalah tersebut, jadi dalam hal ini artis senior tersebut justru “disalahtempatkan”.
Oleh karena itu, sejalan dengan peringatan emansipasi wanita yang marak diselenggarakan April ini untuk mengenang kembali sosok RA Kartini, saya sekalilagi selaku pribadi menghimbau agar lain kali RCTI bisa semakin selektif dalam menerima usulan acara sebelum menayangkannya. Sayang sekali citranya sebagai stasiun televisi pertama di Indonesia, bahkan sukses menggelar Indonesian Idol yang menghasilkan penyanyi-penyanyi kebanggaan bangsa, memiliki acara “tak jelas” semacam JMI. Himbauan saya juga untuk para “kartini-kartini Indonesia masa kini”, mungkin dapat memilih kegiatan yang lebih produktif, elegan dan bermanfaat, setidaknya memberikan citra positif Indonesia kepada masyarakat, dengan kata lain tidak mudah terbuai hanya latah mengikuti “reality show”, apalagi yang penilainya bisa cenderung subyektif, tidak memiliki kompetensi, bahkan menjual kepalsuan belaka. Sekian dan terimakasih. Semoga tayangan TV Indonesia bisa lebih cerdas dan emansipatif…
KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Jl. Magelang Km. 5 No. 8, Jogja 55284
——
—————————-
KRMT Roy Suryo Notodiprojo
[email protected]
YC2VRS
0811-28-2811 / 081-888-2811
0888-110-2811 / 0815-990-2811
Fax : 0274-589440
——————————
82 Comments »
RSS feed for comments on this post.
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>
hi Roy™
Comment by ndaru — 12/4/2005 @ 10:50 pm
hi roy™ kedua ah
Comment by lantip — 12/4/2005 @ 11:36 pm
HI JROY! ™
Comment by enda — 13/4/2005 @ 7:00 am
setidaknya niatnya kali ini sudah benar
Comment by bima — 13/4/2005 @ 7:38 am
niat bener tapi tetep roy yang gak bener
ho riy
Comment by arjuna — 13/4/2005 @ 8:47 am
niat kermit mah dari dulu cuma satu, sikut kiri kanan agar jadi terkenal!
Hi Roy!™
Comment by ryosaeba — 13/4/2005 @ 9:07 am
Mega Reality Show, Roy Millionaire
Comment by Q — 13/4/2005 @ 9:25 am
Hi Roy! ™
Comment by sengsara — 13/4/2005 @ 10:45 am
Hi Roy! ™
Comment by idban — 13/4/2005 @ 1:19 pm
Bilang aja mo usul diganti jadi : Roy Millionaire Indonesia
Comment by Eva — 13/4/2005 @ 1:51 pm
Hi Hoy
Comment by Anthony Fajri — 13/4/2005 @ 2:47 pm
biar telat asal Hi Roy
Comment by top deh — 13/4/2005 @ 11:08 pm
kok Roy vs Lion Air belum masuk sini ?
Comment by Q — 14/4/2005 @ 4:16 pm
Koq Roy belum ngomentari aktifitas gunung2 berapi di indonesia yach..
kali aja kalo bahas gunung dia bener. “karena kesalahan dia dah segunung kan!!!”
Comment by Trunojoyo — 14/4/2005 @ 6:40 pm
kelupaan, belum Hi Roy!
Comment by Trunojoyo — 14/4/2005 @ 7:19 pm
bener tuh, komentari aja tentang fotografi… kan bisanya emang di bidang itu!
Comment by Joe — 14/4/2005 @ 7:37 pm
wah wah…. wah wah…. om roy pernah nonton joe millionaire yg asli buatan amerika gak?? seru loh acaranya… dan si joe amrik mah emg construction worker lohh.. bukan milyuner beneran. klo doi milyuner beneran, mendingan ngikut bachelor…. dah tajir, tus eligible buat digilain wece2.
Comment by iih gile apa loe roy — 15/4/2005 @ 12:29 am
Eligible??? Roy gitu loh, Roy! Hi Roy!
Comment by nita — 15/4/2005 @ 4:16 pm
“Kebingungan arah JMI” ini semakin nampak pada episode Sabtu (09/05) kemarin, dimana menampilkan seorang narasumber artis senior pecinta lingkungan, tetapi malah diminta memberikan materi soal “character building”, yangmana seharusnya disampaikan oleh seorang psikolog atau setidaknya seorang yang mendalami masalah tersebut, jadi dalam hal ini artis senior tersebut justru “disalahtempatkan”. ndak nyadar kalo dia sendiri juga dagelan .. kqkqkqkqkqkq
Comment by loper — 20/4/2005 @ 8:29 am
Hi Roy!trade;
Comment by dudi — 20/4/2005 @ 11:43 pm
waduh, buat yang ini wa dukung loe deh roy,
emang itu acara basi banget
kayak kita gak punya identitas aja pake plagiat ato adopsi ato apalah namanyaa acara yang jelas2 gak sesuai dengan ‘adanya diri kita’ :p
oya kang roy,
jadi komentator ‘character building’ mau nggak kang?
ato maunya jadi si joy?
:))
kira2 kalo joynya kang roy ini, ce2 nya kayak apa ya?
ups hampir kelupaan hi roy ™
Comment by ripai — 22/4/2005 @ 8:21 pm
Hi Roy..
G juga dukung Roy…kalo soal yang ini!!!, cuman laen kali baca resensi dulu baru ngoceh…
Comment by putra — 23/4/2005 @ 6:38 pm
Niatnya emang baik, tapi ya mbok PELAJARI DULU data tentang Joe Millionaire yang asli.
Comment by JaF — 24/4/2005 @ 12:53 pm
hi roy :d
Comment by xmboh — 25/4/2005 @ 2:22 pm
AFAIK, JM di Amrik itu juga rekayasa kok, yang pernah gw tonton.. Disitu JMnya cuma supir traktor, tapi dibikin jadi image seperti orang kaya yang dapet warisan US$ 50 M.. Tapi.. Who knows kalo Mr RMI lebih tau..
Comment by Mato — 25/4/2005 @ 3:56 pm
AFAIK, JM di Amrik itu juga rekayasa kok, yang pernah gw tonton.. Disitu JMnya cuma supir traktor, tapi dibikin jadi image seperti orang kaya yang dapet warisan US$ 50 M.. Tapi.. Who knows kalo Mr RMI lebih tau..
Comment by Mato — 25/4/2005 @ 3:57 pm
Jadi inget pernah ngebahas hal ini dengan salah satu produser di production house yg mo bikin acara reality show juga. Dan dia bilang kalo sia dah survey ke amrik (acara JM di sana), dan dia bilang emang bukan millionare kok. Cuman supir truk. Acaranya sendiri cuman satu kali, kemudian ganti si cewek yang menang diakhir (yg udah kaya karena menang di JM) diperebutkan oleh banyak laki2 untuk acara yang baru. CMIW!
Comment by Bisma — 27/4/2005 @ 8:54 pm
duh kapan sih si Om berenti… ck ck ck… ga ada ujungnya gitu loh
Comment by Oskar — 2/5/2005 @ 8:53 pm
Kalo boleh tau acara reality show buatan Amrik di Channel atau Televisi apa sih. mohon diberitahu dengan segera alamat channelnya. Oke thank.
Comment by Ferry Gunawan — 7/5/2005 @ 5:31 am
Iya nih, kalau dibikin acara RMI (Roy Millionaire Indonesia), kita dukung deh
Comment by donny — 23/5/2005 @ 4:07 pm
kamu merusak citra cinta sejati karena telah menyakiti hati para wanita yang bersamamu
Comment by megha — 28/5/2005 @ 11:26 am
AGREE!!!
That’s one stupid reality SHOW i ever watch…extremly Melecehkan Perempuan!
Mending RCTI bikin saingannya API-nya TPI, biar Indonesia Makin LUCU!!!
Ato yang lebih mutu dikit kaya the apprentice…
JMI…to bad, such shit on TV…
Are the opople in E|RCTI goes stupider than ever? HALLO, Wake UP!!!
Comment by al_gasstot — 30/5/2005 @ 11:56 am
yang pasti gue cuma kasian sama tuh cewe-cewe yang ngantri ‘ngobral diri’.. ngga ada cara laen keculai njiplak, njiplak, dan njiplak…
Comment by Mas Pur — 3/6/2005 @ 2:08 am
Sebenernya saya juga mau nulis tentang acara ini, nah kebetulan ama Roy di ungkapin
….. Hi Roy™ …. dan juga apa wanita Indonesia seperti itu ?? Mengobral diri untuk dapetin seorang cowo ?? Aneh emang …. apa masih ada yang bakalan daftar ke acara itu kembali … ?!?!?
Comment by cengoh — 6/6/2005 @ 3:12 am
betul pak roy, acara itu hanya menampilkan sesuatu yang tak bermanfaat, tidak mendidik, dan knapa sih indonesia cuma bisa nyontek. coba dong buat acara yang pure datang dari indonesia. ayo pak roy dengan keahlian anda segeralah buat acara sebagai solusi , jadi tidak hanya “mengklaim” orang lain salah. siapa tau orang lain tsb memang betul2 tidak tau.
Comment by dukungroy — 6/6/2005 @ 10:34 am
iya neh, basi banget ! emang cinta bisa didapet dlm waktu secepat itu ? ga percaya deh !!
Comment by nyta — 10/6/2005 @ 12:28 pm
Iya nech….. Om Roy, yOu are Right… Emang sech gw jg suka nonton tapi gw cuma seneng Liat Keindahan Pulau BaLi nya… Masa Cewe ngantRi utk dapetin 1 cowo doank… Dah gitu pake cium2an sgala… Kalo dia yg dptin tu cowo sech ga pa2.. Nah kalo ga dpt??? Udah di dipegang2….!! KaSian bgt sech…….
Comment by Neta — 11/6/2005 @ 10:09 am
Iya nech….. Om Roy, yOu are Right… Emang sech gw jg suka nonton tapi gw cuma seneng Liat Keindahan Pulau BaLi nya… Masa Cewe ngantRi utk dapetin 1 cowo doank… Dah gitu pake cium2an sgala… Kalo dia yg dptin tu cowo sech ga pa2.. Nah kalo ga dpt??? Udah di dipegang2….!! KaSian bgt sech…….
Comment by Neta — 11/6/2005 @ 10:09 am
Marlon, kenapa lu pilih Hetty … bukan Tari aja … Hik hik hik … Yah emang terlalu dipaksain sih acaranya. Kalau diakhirnya si pemenang ama joe nya dikasih hadiah 50 M beneran … nah itu agak seru lah. Jadi gak sia-sia tuh cewe2 pada ngobral diri. Pemandangannya bagus … Yah, dukung juga kalau ada Roy Millionaire Indonesia …. Hi Roy™ …
Comment by SpongeBob — 13/6/2005 @ 8:33 am
gmana ya????? Da slese tu acaranya!!!!!!! Bagus…seh bagus…
Aku suka,,,,TAPI knapa wanita2 mau dijadiin kaya gtoe!!!???????? Kayak apa aj. HIh…….
Comment by Tifani — 13/6/2005 @ 9:58 am
Hi Roy™
Comment by eci — 13/6/2005 @ 3:45 pm
hmmm..sbenernya asik asik aja
tapi jujur aja garing banget,date nya tuh tkesan kayak lagi wawancara tanya jawab gitu
kakuuuuuuu bangetttt
jadinya anehh dehhh
Comment by ^n0v1e^ — 14/6/2005 @ 1:17 pm
wah ternyata sudah si blog disini… aku ikut protes penayangan Joe “jancok” Milioner Indonesia di RCTI. acara nggak mutu apa TV Indonesia sudah bermental Plagiator sejati ?
Comment by Puguh — 14/6/2005 @ 2:06 pm
Canon D1s kali ya?? Om Roy mau belikan buat saya? bodynya aja juga gak apa2 kok..
Comment by Indra — 15/6/2005 @ 1:25 pm
mo
Comment by jancok — 17/6/2005 @ 6:35 pm
Buat kaum wanita,ayo kita cari sosok R.A.Kartini.Tinggikan derajatmu…..
(JMI = NO )
Comment by budi — 18/6/2005 @ 9:27 am
udah tau basi acaranya masih di tonton….kalo gw dari pertama nonton udah ngga mau nonton
Comment by gu3 pria — 20/6/2005 @ 8:10 am
pemenangnya siapa sich?
Comment by R-eeN — 20/6/2005 @ 9:54 am
Roy Suryo = Joe Ke-II
Comment by Bintang — 22/6/2005 @ 1:28 pm
Salut om Roy !!! Emang loe kagak ada matinya… Roy gitu lho… :p
Comment by Tarbege — 26/6/2005 @ 2:57 am
Om Roy.. gw mo tanya? Udah pernah ditusuk belati blom??? Jangan asal ngomong deh… mending loe tuh yang wajar2 aja ngomongnya… yang bener maksud gw.. gw saranin yah.. mending loe “hajar” aja para koruptor.. pasti deh loe di dukung se-indonesia… sorry ya Om Roy.. gw ngga sentimen kok.. cuman gw eneq liat ocehan loe yang kaga bisa dipegang !!!
Comment by Pemerkosa Kodok — 26/6/2005 @ 3:03 am
Salutttt !!!! Indonesia makin penuh dengan pecun(+)dang …. Teruskan wahai kartini2 indonesia.. aku menanti mu di warung remang2.. oh yah.. jgn lupa kasi kabar tentang tarif loe yang terbaru yah….
# pecun = pelacur/wts ::: pecundang =
Comment by Tetangga Kolor Ijo — 26/6/2005 @ 3:07 am
Hello Mas Roy …
Aku setuju banget. JMI bener” norak bahkan kampungan abiissssss. Aku mo liat dari aspek lainnya. Boleh kan Mas ?
Wong dewe pasti sueeneeng tenan meratini … iku loh .. dada, paha, betis bahkan kemaluan. he.. he.. aku juga loh !! Banyak tuh di pasar, kampus dan tempat umum lainnya .. wanita” pake baju & celana yang … wuiiih sip tueeenannn!! TV juga bnyk acara yg nayangin begitu.
Tapi kenapa kita munafik ya ? begitu ada makhluk Indonesia yang ikutan Miss Universe .. pasti dimasalahin. Ya pakaiannya seksilah, itulah, anulah, inilah, dan masih bnyk lah-lah lainnya. Piiiikkkkkiiiirrrrr !!! Guoblog tueeennnaannn yo Mas !!!
Masalah JMI, itu betul-betul aku dukung !!! Mas Roy tolong ya !! Ajuin aja ke RCTI sekalian ditayangin pada saat Marlon “nyobain” para peserta satu persatu … he.. he.. Maaf Yo Mas !! Guyonan …
Comment by lee — 26/6/2005 @ 12:48 pm
Roy acara JMI itu gak ngedidik banget!! kalo diliat dari budaya kita, nggak banget tuh, lagian kenapa juga kita ngikutin acara produk amrik !! mending klo sukses… buat RCTI jangan latah dech. Emang orang2 di Indonesia udah pada mati ide gitu? mas Roy aku dukung deh 100% eh 1000% dech he..he..he..
Comment by riny — 3/7/2005 @ 5:45 pm
saya berpendapat, suara ROY akan didengar sebagai orang KPI, bukan orang yang pribadi. Selamat ini adalah kemundurannya bung ROY
Comment by widie — 7/7/2005 @ 1:05 pm
Mengenai JMI, kita salah menafsir hanya JMI saja yang dikritisi tetapi banyak hal acara televisi yang sebetulnya tidak layak dilihat
Comment by widie — 7/7/2005 @ 1:07 pm
Semakin gemez deh ama bang Roy
Comment by gandhim — 9/7/2005 @ 5:54 pm
roy emang guobbbbbbbbblooookkkk
Comment by nina andini — 12/7/2005 @ 3:01 pm
negeri edannnnnnnnnnnn,
orang ingin berbuat baik pun salah, jelas JMI itu ngga sesuai dengan budaya manapun di muka bumi,
nilai2 manusia kembali ke jaman jahiliyah, cuma medianya saja yang beda.
skrng ini utk menilai siapa yang benar, tergantung siapa yg berkuasa.
barat saat ini berkuasa, jadi kl menurut mereka orang senggama pun di muka umum benar, itu sah2 saja, itu yang dipake dan ditiru di negeri iniiiiiiiiiiiii
coba yang komen itu tadi, anaknya perempuannya dibuat spt anak ayam di jadikan komiditi, jual itu paya dan dadanya utk di kuliti oleh mata idung belang, Astaga!!
Comment by rttr — 29/7/2005 @ 5:36 pm
“…Sangat berbeda dengan kondisi aslinya di Amerika dimana memang Joe (baca: asli) adalah seorang milyuner sebenarnya dan berniat untuk memilih pasangan dengan “membeli” acara JM tersebut, bahkan (maaf) bisa mengajak kencan para wanita kontestan sebelumnya. Jadi kapasitas dan kompetensi Marlon di JMI ini pantas diragukan, karena dia bisa seenak-enaknya memilih secara subyektif tanpa memperhatikan ribuan bahkan jutaan SMS pemirsa yang terbuang percuma, karena apapun yang diketik oleh para pengirim SMS tersebut sebenarnya hanya digunakan untuk undian, alias tidak mempengaruhi penilaian JMI oleh Marlon….”
klo yg saya tangkap dari pernyataan tsb, sepertinya yg dimaksudkan penulis dengan yg kaya beneran adalah “joe”nya indo alias marlon. tapi ada sedikit kekurangan dalam penulisannya, sehingga maksud tersirat menjadi melenceng.
Comment by eko radianto — 2/8/2005 @ 12:52 pm
Blurppp!!
Comment by JoeHimSelf — 3/8/2005 @ 3:34 pm
Dear Roy,
Saya sangat tertarik dengan pendapat mas Roy mengenai program JMI, dan saya setuju dengan pernyataan mas, saat ini saya sendiri telah menyelesaikan skripsi saya dengan mengambil tema seputar JMI, dan ternyata memang terbukti, hasilnya banyak yang mengkritik mengenai ketidaksesuaian program JMI dengan budaya Indonesia. Tetapi, saya ingin sedikit mengkoreksi mengenai konsep program Ini. dimana mas mengatakan bahwa Joe Millionaire di Amerika adalah Miliarder sesunggguhnya yang bahkan mampu membeli program JM Amerika, sebenarnya Joe Millionaire Amerika yang pertama bernama Evan juga hampir mirip dengan Marlon Yaitu hanya sekedar pria biasa, bahkan lebih ekstrim lagi dia adalah seorang kuli bangunan yang mengaku punya banyak uang (fakta: Joe Millionaire yang ada di AMerika tidak membeli program untuk memilih para wanita untuk jadi pacarnya, semuanya hanya rekayasa dimana pada akhirnya san Joe mengaku bahwa dirinya miskin). jadi pada dasarnya program ini hanyalah mengenai wanita yang memilih antara cinta dan uang. sehingga saya kurang setuju jika Mas menyatakan bahwa RCTI memilih secara subyektif tanpa pertimbangan, karena pihak rumah produksi dan RCTI pasti memiliki beberapa alasan untuk menampilkan program ini dan juga peserta-peserta yang terlibat. saya rasa untuk konsep program tidak terlalu bermasalah, tetapi dalam hal ini yang sangat mengkhawatirkan adalah nilai moral dari program yang kosong. demikian koreksi dari saya, semoga bermanfaat. Terima Kasih
Comment by Gia — 8/8/2005 @ 10:39 pm
biarpun terlambat, tetap
hi roy !!
Comment by Achmad Luthfi — 15/8/2005 @ 9:57 pm
hi ROY™
JMI suckz? banget!
Tong Kosong Nyaring Bunyinya? banget! (kerasa nggak?)
Comment by satanica — 25/8/2005 @ 6:32 am
hi roy…
mmm mau bilang apa ya?
ya udah… hi roy aja deh.
Comment by poltak — 27/8/2005 @ 8:56 pm
Saya sangat setuju dengan pernyataan mas Roy, karena kegiatan itu tidak ada mamfaatnya sama sekali kecuali norak,dan sok glamor yang kenyataannya tidak sesuai dengan kenyataan kehidupan bangsa Indonesia. Saya harap bila ingin mencontoh dari bule-bule negara maju contohlah hal yang dapat membawa perkembangan bangsa sendiri jangan nyontoh kehidupannya yang mengada-ngada. Artinya kita jangan pernah mengambil kulitnya tapi ambil isinya, karena kulitnya adalah sampah yang akan merusak hidung dan pemandangan Indonesia yang asli.
Comment by icut — 1/9/2005 @ 2:10 pm
busssset …..
Comment by sofi — 9/9/2005 @ 12:03 am
xixixi… semoga arwah para Joe terdahulu diterima disisinya… semoga jg bang roy mendapat balasan dari yang pernah dilakukannya… amien…
Comment by Tj_cool — 22/9/2005 @ 12:47 pm
ealah Joy millioner asuuuuuu 45uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu
Comment by MyName — 22/9/2005 @ 4:15 pm
JOE MILLIONAIRE acara goblok. Orang sok kebule-bulean direbutin sama robot-robot bodoh ber make-up beda-beda.
Daripada nonton JM gue lebih demen nonton bule gila ato uang kaget, bule gila bulenya beneran bukan orang indo sok bule, uang kaget amalnya beneran bukan amal buat robot bodoh yang rela bikin harga dirinya serendah taik buat dapatin laki (dan duit).
Comment by nike — 26/9/2005 @ 6:45 am
Hai Roy!!!
ha ha ha
Comment by Pelajar Abadi — 26/9/2005 @ 3:08 pm
Gw heran, yg comment kok pada sinis sm Mas Roy. Kayak pada sirik. Objective dong! Kl apa yg ditulis bener bagus, ya ksh aja komen bagus. Ato ga usah ksh komen sekalian kl cuma mau ngeledek! Banci !! SOri gw nulis begini, gw ga seneng aja bacanya …. Apalagi cuma komen : “Hi Roy!”
Bleagghh..!!! Kuprett!!
Comment by Ngepen ama Mas Roi — 15/10/2005 @ 4:50 pm
Jangan sampai ini bisa dijadikan pelecehan terhadap kaum hawa!
Comment by dansoindo — 18/10/2005 @ 10:26 am
CckkkCkkk…. yah… anggap aja buat hiburan dimalam hari…
Comment by bunga — 11/11/2005 @ 9:21 am
Kita harus Adil dong….
Mas Roy ndak selalu salah kok walaupun kadang-kadang hanya ngawur !!!
tapi komentar yang bagus dukung dong…!!! yang salah dibenarkan !!!
Maju terus mas Roy dengan komentar2mu, asal jangan dengan ilmu Ngawuri !!!
Comment by tirta — 21/11/2005 @ 12:06 pm
Setuju Mas Roy! Reality Show JMI cuma bikin kesan rendah derajat kaum perempuan, acara ngga’ bermutu!!!!
Comment by iken — 22/11/2005 @ 1:08 pm
Bukannya siaran aslinya (amrik) ternyata si JOE “gembel” juga???? makanya beberapa peserta wanita menyatakan miskinpun si marlon kere, mereka tetap cinta (karena mereka sdh tau versi amriknya) coba di cek lagi mas suryo
Gw rasa orang boleh memilih siaran baik -dianggap- baik, jelek, rendahan dll, gw sendiri gk pernah nonton JMI krn gw anggap KATROOOOOOO
Comment by jembil — 9/12/2005 @ 12:03 pm
mendingan nonton AA GYM
Comment by irwansyah naufal — 9/12/2005 @ 12:51 pm
Bikin Roy Millionaire Yuk!!!:))
Comment by Andy Dheeqz — 12/12/2005 @ 11:59 pm
numpang nampang…
hi om Roy
Comment by akmal — 20/12/2005 @ 2:46 pm
Ga peduli isi comment2 diatas, yang penting hi roy™..
Comment by Henree — 3/1/2006 @ 10:13 am
hai roy
Comment by dxa — 9/5/2006 @ 10:44 am