Archive for the 'Roy Suryo' Category

Data Ngawur

Monday, June 5th, 2006

Acara e-lifestyle yang dipandu Tokoh Kita pada Hari Sabtu lalu menampilkan anggota AirPutih dan MPBI. Menurut imel yang dikirim ke milis id-gmail oleh Rony, seorang warga Yogyakarta yang menonton acara tersebut, Roy Suryo mempertanyakan keakuratan data yang ditampilkan oleh Jogja Media Center, yang dikelola AirPutih, yang merupakan data sekunder. Tokoh Kita membandingkannya dengan data-data blogger yang dianggapnya ngawur. Menampilkan data yang akurat memang adalah hal yang tidak mudah, dan jauh lebih mudah mengirimkan data tanpa menampilkan sumber sehingga bisa dikonfirmasi, atau berbicara tanpa data. Atau barangkali tanpa data berarti 68% benar?

Gempa Yogyakarta

Monday, May 29th, 2006

Yogyakarta diguncang gempa Sabtu 27 Mei 2006. Adakah Tokoh Kita baik-baik saja?

Moncong itu Mengarah ke Priyadi

Friday, December 16th, 2005

Barangkali karena merasa berhasil membuat blog Herman Saksono tutup menghapus entrinya yang dianggap menghina Presiden RI, Tokoh Kita mengarahkan moncongnya ke Priyadi Iman Nurcahyo dengan menyatakan bahwa Priyadi diperiksa kepolisian dengan perkara yang serupa (Baca Elshinta.com, Tempo, dan Republika). Pernyataan ini jelas bertentangan dengan fakta yang ada, dan Priyadi pun sudah membantahnya.

Priyadi sepertinya telah menjadi musuh terbesar Roy Suryo di tahun 2005 ini. Roy Suryo menganggap bahwa Priyadi tengah menjaring kekuatan melalui situs blog-nya. Kita tentu masih ingat bagaimana Roy Suryo menuduh Eko Juniarto terlalu sering berkomentar tentang dirinya pada tahun 2004. RSW menduga bahwa Pesan Cinta Blogger Indonesia menjadi pemicu Tokoh Kita menganggap Priyadi sebagai musuh. Dan dengan memiliki posisi sebagai Ketua Departemen Kominfo Partai Demokrat, yang notabene adalah partainya Presiden RI, Tokoh Kita pun kemudian mencoba menjatuhkan Priyadi yang membuat tulisan mengenai SMS spam dari Presiden.

Siapakah yang menjadi musuh terbesar Tokoh Kita pada tahun 2006? Apakah Priyadi masih bertengger di posisi puncak tersebut? Ataukah akan ada tokoh lain yang menggeser Priyadi? Kita nantikan saja tahun depan.

Apa Pasal?

Monday, December 12th, 2005

Berawal dari tersebarnya foto ‘Bambang-Mayangsari’, yang dipastikan oleh Tokoh Kita sebagai foto asli melalui jumpa pers dengan mengundang sejumlah wartawan berkumpul di sebuah kafe, kasus ini berkembang menjadi kasus pasal 134 KUHP, yaitu penghinaan terhadap kepala negara. Apa pasal?

Pasalnya adalah seorang bernama Herman Saksono yang berdomisili di Yogyakarta membuat posting blog berjudul Foto Mayangsari adalah rekayasa. Posting ini mengolok-olok komentar Tokoh Kita dengan menyatakan bahwa foto itu sebenarnya adalah rekayasa. Cerita yang dibuat Herman membawa nama SBY, Surya Paloh, Yusril Ihza Mahendra, dan Armand Maulana, serta Rhoma Irama. Entah bagaimana, posting ini sampai ke tangan polisi, dan polisi pun menangkap Herman Saksono di kantornya. Pasal Karet yang dulu pernah melar sampai ke Belanda (kasus Sri Bintang vs Presiden Soeharto), kini semakin melar hingga merambah Internet. Ini tentu catatan prestasi tersendiri.

Mengapa hal ini sampai terjadi? Posting blog Herman Saksono itu barangkali memang mudah menjadi sasaran jeratan Pasal Karet. Tetapi lebih jauh dari itu, tampaknya ini cara Roy Suryo mengirimkan pesan kepada orang-orang yang meragukan, apalagi sampai mempermainkan, kepakarannya: “Lu semua jangan main-main sama gua!” Terlebih lagi bila SMS Roy Suryo tentang Priyadi benar adanya.

Iiiih…. kita-kita jadi 68% tatut deh!

Melacak Situs Teroris

Sunday, November 20th, 2005

Sabtu 19 November, Tokoh Kita mengumpulkan wartawan untuk memberitahu mereka informasi tentang situs teroris http://www.anshar.net yang memuat teknik-teknik melakukan serangan di Indonesia.

Detikinet mengutip Roy Suryo sebagai mengatakan:

Melihat dari hasil tracing, ada tiga hal yang bisa disimpulkan dari situ. Satu, situs itu memang asli dibuat oleh kalangan teroris itu. Dua, situs dibuat oleh simpatisan terhadap gerakan-gerakan tersebut. Tiga, dibuat oleh pihak yang kontra atau berlawanan demi melakukan fitnah dan mendiskreditkan gerakan itu.

Menurut Detikinet, Roy Suryo dibantu oleh beberapa aktivis Air Putih dalam melakukan penyelidikannya menggunakan layanan whois. Untuk membaca hasil nslookup dan whois saja, Roy Suryo membutuhkan bantuan aktivis Air Putih? Informasi yang disampaikan Roy Suryo bukanlah hal yang sulit, dan informasi itu dapat diperoleh siapa pun.

Dengan hasil nslookup dan whois, Roy Suryo sudah bisa menarik kesimpulan siapa yang berada di belakang situs tersebut. Bagaimana logikanya? Membaca isi dari “kesimpulan” tersebut, kalimat itu seharusnya adalah dugaan. Jika dugaannya seperti itu, di manakah hal yang baru? Dugaan tersebut bersifat generik, dan tidak mengandung hal yang baru. RSW tidak akan heran bila isi dari temu wartawan ini tidak muncul di media-media lain, setidaknya sampai malam ini. Kita lihat saja.