Ponsel Mengganggu Komunikasi Pilot?
Surat kabar Jawa Pos memuat komentar tokoh kita tentang pesawat Wings Air yang mendarat di Bandara Tabing. Katanya komunikasi ponsel dapat mengganggu percakapan pilot dengan ATC seperti halnya sinyal ponsel mengganggu rekaman saat wawancara. Lebih lanjut lagi, Roy Suryo mengklaim bahwa melalui kotak hitam pesawat Garuda yang jatuh di Sibayak (RSW: kecelakaan Airbus 1997?) diketahui bahwa komunikasi pilot dengan ATC terganggu oleh suara orang-orang berkomunikasi lewat ponsel.
Benarkah demikian? Jika ponsel GSM aktif berada dalam jarak sekitar beberapa puluh centimeter dari sinyal audio pilot, maka memang mungkin akan mengganggu. Tetapi, bila penumpang yang berada di kabin yang berbicara melalui ponsel, berapa besar peluang sinyal audio komunikasi pilot akan terganggu?
Bagaimana dengan kecelakaan Garuda di Sibayak? Apakah ada laporan-laporan bahwa komunikasi antara pilot dan ATC terganggu? Sejauh penelusuran RSW, tidak ada laporan seperti itu. Yang ada adalah bahwa kecelakaan tersebut dikaitkan dengan cuaca yang buruk, dan masalah komunikasi (bukan teknis telekomunikasi) antara pilot dan ATC. Bila hasil analisis kotak hitam pesawat Garuda tersebut menemukan adanya sinyal-sinyal seperti itu, mengapakah tidak diumumkan? RSW dengan demikian meragukan klaim dari tokoh kita.
17 Comments »
The URI to TrackBack this entry is: http://roysuryowatch.org/2005/09/ponsel-mengganggu-komunikasi-pilot/trackback/
RSS feed for comments on this post.
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>
the first … hi roy
Comment by al — 14/9/2005 @ 1:27 pm
hi roy …
cerita garing roy terbaru from pikiran rakyat
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0905/14/09.htm
Comment by aming — 14/9/2005 @ 8:02 pm
bohong itu roy… roy itu bohong ah… ponselmu hasil cardingan bukan.. ?
*ngelirik gambar disebelah*
Comment by Rendy Maulana — 14/9/2005 @ 9:17 pm
si oom roy kita ini nggak capek-capek sama “praktek bo’ong”-nya.
Comment by Romeo — 16/9/2005 @ 5:23 am
Sebuah ponsel ketika tengah diaktifkan tidak hanya mengirim dan menerima sinyal gelombang radio namun juga meradiasikan daya listrik untuk menjangkau BTS (Base Transceiver Station) yang berjarak sejauh 35 kilometer. Pada ketinggian 30.000 kaki di angkasa, sebuah ponsel bisa menjangkau ratusan BTS yang berada dibawahnya. (Di Jakarta diperkirakan ada sekitar 600 BTS). Sinyal dari pesawat ponsel dapat berinterferensi dengan sinyal frekwensi komunikasi pesawat hingga mengganggu komunikasi yg mestinya terjalin baik antara pesawat dengan dengan sistem pemantau navigasi penerbangan di darat atau pun dengan sesama pesawat lain yg kemungkinan tengah terbang berdekatan.
Gangguan atas sistem komunikasi elektronik dalam pesawat sendiri a.l.:
Gangguan pada VOR (VHF Omnidirectional Receiver), indikator CDI (Course Deviation Indicator) dan indikator HSI (Horizontal Situation Indicator) yg dapat mengakibatkan melencengnya arah terbang. Gangguan atas sistem navigasi, sistem kemudi otomatis, indikator arah kompas, dan indikator bahan bakar pesawat.
Menurut sumber ASRS (Aviation Safety Reporting System) beberapa kasus insiden dan kecelakaan pesawat sejak tahun 1998:
Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX-498 yg baru saja lepas landas dari bandara Zurich, Swiss. Tak lama kemudianpesawat menukik jatuh. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal ponsel terhadap sistem kemudi pesawat. Sepuluh penumpangnya tewas.
Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo melakukan pendaratan darurat karena sistem alarm darurat terus-terusan menyala. Ternyata sebuah ponsel di kopor dalam bagasi yg lupa dimatikan menyebabkan gangguan terhadap sistem navigasi.
Boeing 747 Qantas tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi dgn tiba-tiba setinggi 700 kaki. Insiden ini terjadi karena tiga penumpang pesawat belum mematikan komputer, CD player, dan electronic game-nya ketika pesawat tengah melakukan final approaching untuk mendarat di bandara Heathrow, London.
http://www.iptek.net.id/ind/berita/berita_lama_idx.php?id=185
hi roy!TM
Comment by dave — 16/9/2005 @ 9:55 am
Eits!!!!! terbuktikan mandala jatuh kambing hitamnya ponsel, ‘n katanyanih sinyal ponsel memang dapat mengganggu sinyal navigasi pesawat……(kalau gak salah gue baca di detik.com)
Comment by heru — 5/10/2005 @ 10:09 am
halah… Si Roy mah emang pakarnya ngibul
Comment by jesie — 10/11/2005 @ 10:20 am
sinyal GSM tidak akan mengganggu komunikasi pesawat karena pesawat pakai frekuensi VHF dan HF. Jadi tidak mungkin ada interferensi komunikasi.
Yang betul, sinyal ponsel dan semua perangkat yang menghasilkan sinyal (radio, videocam, dll) dikhawatirkan akan mengganggu sistem elektronik di pesawat itu seperti servo-servo kecil yang kabelnya mungkin berada dekat dengan alat-alat tersebut. saya pernah melihat servo yang terganggu karena frekuensi dari percikan busi. akibatnya servo tersebut bergerak -gerak sendiri.
Karena saat kritis penerbangan ada pada take-off dan landing, maka demi keamanan semua hal tersebut dilarang. Kita masih diperbolehkan pakai videocam di udara, tapi terlarang saat take-off dan landing. Pelarangan itu lebih dikarenakan pihak pembuat regulator penerbangan tidak mampu melakukan uji coba pada kasus-kasus tersebut. Daripada beresiko maka dibuat terlarang secara umum.
Pesawat-pesawat generasi terbaru kabarnya sudah lebih yakin aman thd gangguan sinyal. Saat ini bahkan banyak yg sudah bisa komunikasi lewat telpon satelit dan berinternet di udara.
sekali lagi : tidak mungkin frekuensi GSM ketemu dengan frekuensi HF.
dr wikipedia topik ‘radio’:
Aviation voice radios use VHF AM. AM is used so that multiple stations on the same channel can be received. Aircraft fly high enough that their transmitters can be received hundreds of miles (kilometres) away, even though they are using VHF.
Comment by khairul — 12/11/2005 @ 7:18 am
wah jelas mengganggu, kalo sang pilot keasikan maen game HP sampe lupa megang kendali pesawat … lho ga nyambung yah hihihi …
Comment by 0xDEADBEEF — 16/11/2005 @ 10:27 am
seperti dijelaskan oleh dave dan khairul… intinya ponsel tetap mengganggu pesawat, gangguannya dimana… itu pastinya ak ga tahu.. krn ak jg ga mempelajari hal2 kek gini. tapi banyak situs2 yg ngejelasin bahwa ponsel emang menggangu dunia penerbangan, such as:
http://www.wired.com/news/wireless/0,1382,65099,00.html?tw=wn_story_related
http://news.bbc.co.uk/2/hi/uk_news/399154.stm
http://en.wikipedia.org/wiki/Mobile_phones_on_aircraft
dll dll banyak banget.. googling aja sendiri
Nah.. postingan kamu ini.. ak rasa cukup mengganggu ya. Emang km hanya menulis ttg RS salah berpendapat ttg bla bla bla. Tapi km tidak memberi penjelasan tentang.. “sbenernya ponsel itu ganggu enggak sih?”
Akibatnya banyak orang2 yg berkomentar disini… dimana dari komen2 tersebut ak menangkap bahwa mereka berpendapat bahwa pake ponsel di dalam pesawat tu gpp. padahal kan DILARANG
jadi… km sbaiknya menulis dengan bertanggung jawab. jangan menyesatkan orang. may it’s better if you delete this post. atau setidaknya diberi penjelasan ttg pelarangan penggunaan ponsel di dalam pesawat
janganlah kebencianmu menyebabkan km sendiri terlibat dengan perasaan dan melupakan akal
Comment by andian — 6/12/2005 @ 6:35 pm
tapi… emang akhir2 ini sedang dilakukan uji coba pesawat2 tertentu. mungkin saja sebentar lagi larangan ini akan dicabut (tu kata link2 yg tadi tu lho). tapi so far sih sampe saat ini, masih dilarang penggunaan ponsel dalam pesawat
Comment by andian — 6/12/2005 @ 7:06 pm
saya setuju dengan andian. argumen yang digunakan di artikel ini seakan-akan(membentuk opini) mengatakan bahwa menggunakan telepon seluler di pesawat adalah legal. bagaimana kalo argumennya diganti? (soalnya, jadi keliatan juga kalo yang nulis artikel ini orang semacam roy suryo
)
Comment by ariawn — 20/12/2005 @ 10:33 am
Mas Roy.
BIsa lihat CV mu nggak?
Atau ada yg tahu nggak sepak terjang Bung Roy ini 5 tahun terakhir.
Kalo’ ada send ke GW yach..
Cuma mau lihat dan mau tahu, Mas Roy ini banyak ngomong, Apa dia emang sudah lama berkelana di duni IT & Telekomunikasi sebelumnya atau cuma dari baca buku, koran, dan majalah asaja.
Thanks.
Comment by Kahfi — 15/2/2006 @ 2:36 pm
Roy, website pu berantakan
Comment by Kahfi — 15/2/2006 @ 2:39 pm
Bah!, ponsel (dan alat elektronik lainnya) itu radiate EM (Elektro Magnetik Force)
Comment by Gunawan Wibisono — 22/2/2006 @ 9:30 am
Ponsel ya tetap mengganggu toh. Bukan hanya ponsel, tapi juga peralatan elektronik lainnya. Di beberapa rumah sakit di UK, malah ponsel harus dimatikan karena mengganggu alat terapi. Banyak sumber yang mengatakan ini. Saya setuju dg roy suryowatch ini, tapi jangan sampai artikel nya malah lebih “lucu” dari roysuryo.
Comment by Bhq — 5/3/2006 @ 8:29 pm
hay roy belajar komputer dimana sih
Comment by rudy rushady — 10/4/2006 @ 11:21 am