Masuk ke Partai

posted by site admin 4/7/2005 3:42 pm

Tokoh kita sekarang masuk ke dunia politik praktis, dengan masuk ke Partai Demokrat, yaitu sebagai ketua Departemen Informasi dan Komunikasi. Salah satu motivasinya adalah untuk memperjuangkan RUU Informasi dan Transaksi Elektronik yang disusun oleh antara lain Roy Suryo.

Menurut Max Sopacua seperti yang dikutip oleh Jawa Pos, Roy Suryo dipilih karena Partai Demokrat membutuhkan orang yang benar-benar pakar di bidang komunikasi dan informasi. Tokoh kita menjadi ketua departemen yang akan merupakan ujung tombak partai nih.

Update 6 Juli 2005
KPID DIY, salah satu organisasi yang dimasuki Roy Suryo, tidak merasa kehilangan dengan masuknya tokoh kita ke Partai Demokrat. Pasalnya, kontribusi Roy Suryo hampir tidak ada. Tentu para pembaca masih ingat dengan faksimili yang dikirimkan tokoh kita ke RCTI tentang Joe Millionaire Indonesia ‘kan?

29 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://roysuryowatch.org/2005/07/masuk-ke-partai/trackback/

  1. Hi Roy(tm)

    *hore…pertama*

    Comment by Azil Adi Permana Ph.D — 4/7/2005 @ 3:52 pm

  2. Eh om roy, gimana sih caranya supaya kumisan?

    Comment by ga kumisan — 4/7/2005 @ 3:59 pm

  3. Jijay!
    Gubrak! You-Know-Who Jadi Ketua Kominfo Partai Demokrat.
    berdasarkan rujukan dari id-gmail diatas, bisa disimak sebagai berikut:

    Anda mengajukan diri atau diminta bergabung?
    Partai Demokrat yang meminta saya bergabung. Sebenarnya mereka minta sudah…

    Trackback by !Secandri.com — 4/7/2005 @ 4:03 pm

  4. emang ngungkap keaslian foto-foto artis penting ?
    hohohoho… rupanya banyak yang kena bullshitnya roy

    Comment by asep — 4/7/2005 @ 4:09 pm

  5. nah dari kemaren kek, kan bisa “Hi roy!™”

    Comment by ndaru — 4/7/2005 @ 7:55 pm

  6. Hi Roy™
    Oh My God….!! kok bisa …. ??!!
    Orang cuma kualifikasinya “mencla-mencle” kayak gitu aja bisa… ?
    Mosok kita-kita kok nggak bisa ?? :) )
    KIta harus munculin seseorang nih..

    Comment by Triwil — 5/7/2005 @ 8:26 am

  7. kita bener bener butuh tokoh public yg memang bener bener ngerti infokom. kalau tidak untuk jadi narasumber, minimal jadi alternatif buat si Oom.
    sayangnya mungkin kita semua ini terlalu spesialis dan enggan jadi generalis ya?
    tapi di lain pihak, mungkin yg diperlukan adalah sikap yg lebih merendah, gak mencla mencle. tapi justru sikap itu yg dicintai oleh media mungkin….

    ada teman yg suka bilang mengenai generalis ” a jack of all trades, but a master of none” (tau banyak, tapi tidak medalami).

    salam…

    Comment by wicak — 5/7/2005 @ 10:10 am

  8. KPID Tuntut Roy Suryo Mundur, baca di http://www.gatra.com/artikel.php?id=86041

    Comment by pengelana — 5/7/2005 @ 12:21 pm

  9. “Hi Roy!”

    Comment by lingga — 5/7/2005 @ 8:10 pm

  10. Hi roy!™ (kudu dipatenin cepet - cepet nih)

    #7 bukannya Onno udah ada? Hm… kalau untuk tokoh publik justru yang bagus adalah generalis karena dia mengerti hal - hal yang terjadi di belantara informatika walaupun engga mendalami. Bila dimintai pendapat yang mendalam, nanti kan dia bisa mereferensikan teman - temannya yang memang memiliki pengetahuan yang mendalam tentang subjek tersebut.

    Comment by Ozzie — 7/7/2005 @ 9:40 pm

  11. http://www.gatra.com/komentar.php?cid=69404

    Hi Roy!™

    Comment by nugi — 8/7/2005 @ 10:28 am

  12. Datang tidak membuat genap, pergi tidak membuat ganjil.

    Comment by roel dijkstra — 10/7/2005 @ 4:30 pm

  13. wah.. gue kok gak masuk 10 besar seh… sialan…

    Tapi tetep Hi Roy!™

    Comment by dudi — 11/7/2005 @ 12:26 am

  14. Kenapa orang seperti pak Habiebie tidak laku di Indonesia? Karena di Indonesia lagi laku orang yang pinter ngomong dibanding orang yang benar-benar ‘pinter’. Jadi sekarang terjawab juga dech… :)
    Hi Roy™
    Oh My God….!! kok bisa …. ??!!
    Orang cuma kualifikasinya “mencla-mencle” kayak gitu aja bisa… ?
    Mosok kita-kita kok nggak bisa ?? )
    KIta harus munculin seseorang nih..

    Comment by Triwil — 5/7/2005 @ 8:26 am

    kita bener bener butuh tokoh public yg memang bener bener ngerti infokom. kalau tidak untuk jadi narasumber, minimal jadi alternatif buat si Oom.
    sayangnya mungkin kita semua ini terlalu spesialis dan enggan jadi generalis ya?
    tapi di lain pihak, mungkin yg diperlukan adalah sikap yg lebih merendah, gak mencla mencle. tapi justru sikap itu yg dicintai oleh media mungkin….

    ada teman yg suka bilang mengenai generalis ” a jack of all trades, but a master of none” (tau banyak, tapi tidak medalami).

    salam…

    Comment by wicak — 5/7/2005 @ 10:10 am

    “Hi Roy!”

    Comment by lingga — 5/7/2005 @ 8:10 pm

    Hi roy!™ (kudu dipatenin cepet - cepet nih)

    #7 bukannya Onno udah ada? Hm… kalau untuk tokoh publik justru yang bagus adalah generalis karena dia mengerti hal - hal yang terjadi di belantara informatika walaupun engga mendalami. Bila dimintai pendapat yang mendalam, nanti kan dia bisa mereferensikan teman - temannya yang memang memiliki pengetahuan yang mendalam tentang subjek tersebut.

    Comment by Ozzie — 7/7/2005 @ 9:40 pm

    Datang tidak membuat genap, pergi tidak membuat ganjil.

    Comment by roel dijkstra — 10/7/2005 @ 4:30 pm

    wah.. gue kok gak masuk 10 besar seh… sialan…

    Tapi tetep Hi Roy!™

    Comment by dudi — 11/7/2005 @ 12:26 am

    RSS feed for comments on this post.

    Leave a comment
    Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:

    Name (required)

    E-mail (required)

    URI

    Your Comment
    Kenapa orang seperti pak Habiebie tidak laku di Indonesia? Karena di Indonesia lagi laku orang yang pinter ngomong dibanding orang yang benar-benar ‘pinter’. Jadi sekarang terjawab juga dech… :)

    Hai Roy!

    Comment by sunardi — 11/7/2005 @ 11:31 am

  15. Kenapa orang seperti pak Habiebie tidak laku di Indonesia? Karena di sini yang laku orang yang pinter ngomong, bukan orang yang bener-bener ‘pinter’. Kebukti kan sekarang?

    Comment by sunardi — 11/7/2005 @ 11:38 am

  16. Ada Onno W. Purbo, Budi Raharjo, Armein Z.R. Langi. Mereka-mereka ini saya kok yakin lebih “ngerti” daripada si Roy.

    Comment by MasGanteng — 11/7/2005 @ 6:22 pm

  17. Kalau seseorang banyak yang menyukai dan juga banyak yang benci, berarti dia TOP.
    Tetapi kalau seseorang lebih banyak dibenci daripada disukai berarti dia pikir dia TOP.
    :)

    Comment by sunardi — 15/7/2005 @ 3:09 pm

  18. Hi Roy!

    Comment by amaze — 19/7/2005 @ 12:48 pm

  19. Hi Roy!™ -> lupa ™ nya

    Comment by amaze — 19/7/2005 @ 12:51 pm

  20. Hmmmmm…..
    Bayarannya gedhe yaakkkk

    Comment by jodang — 27/7/2005 @ 3:13 pm

  21. Hi Roy!™

    mungkin lebih cocok ikut pamain extravaganza dari pada jadi ketua Departemen Informasi dan Komunikasi.bener gak om Roy? :D

    Comment by Ngadiono — 30/7/2005 @ 7:04 pm

  22. Hi Roy!™

    Comment by cap ayam — 31/7/2005 @ 9:01 pm

  23. Pingin tau donk… selain apa yang Roy Suryo coba untuk hilangkan.. sesuatu yang pernah dia buat (bukan perbuat) untuk komunitas internet apa? Maap pa Admin… nanya disini soalnya ga ada form contact, maklum orang masih orang Indonesia.. males buka email..

    Comment by Daniel — 4/8/2005 @ 11:09 pm

  24. Yah, ngantor di samping kantor gw deh nanti dia…

    Comment by EwinK — 9/8/2005 @ 4:23 pm

  25. Den Roy, udah ikutan id gmail blom?di milist tersebut banyak fansnya lho

    Comment by darkrooms — 16/8/2005 @ 3:14 pm

  26. dsadas

    Comment by sdadasdsadasdasdasdasdasdas — 3/9/2005 @ 2:29 pm

  27. hihihihi, ampun deh…, pakar multimedia ini emang bener2 ampun dehhh,
    emang bukan hacker sih,
    soalnya setahu saya, afiliasi politik untuk hacker adalah R.A.K.Y.A.T
    semangatnya adalah d.e.v.i.a.n.c.e
    lha ini… waduh
    selebritis tenan!

    Comment by huehahha — 29/11/2005 @ 3:13 am

  28. ye pada ngiri ya sama Oom-ku ?? :p
    kalau ngiri……mbok sekalian ikutan partai juga…kan banyak juga partai yang punya departement IT/kominfo/sejenisnya. Yng jelas kan gak semua orang lho bisa ngomong kaya’ Oom Roy…. yang dengan conviden menerangkan istilah IT di depan publik. Kalian pernah ???

    Comment by ponakannya roy :) — 20/12/2005 @ 12:51 pm

  29. ponakannya roy: Yang dengan conviden menerangkan istilah IT di depan publik. Kalian pernah ???

    Argumen anda tidak valid, yang jadi masalah bukan conviden-nya Roy Suryo dalam menerangkan IT ke depan publik, melainkan seringnya Om anda memberikan informasi yang salah dalam hal-hal IT. Dan itu saya rasa sangat merugikan masyarakat.

    Comment by Herman Saksono — 21/12/2005 @ 11:15 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>

(required)

(required)