Archive for December, 2005

Moncong itu Mengarah ke Priyadi

Friday, December 16th, 2005

Barangkali karena merasa berhasil membuat blog Herman Saksono tutup menghapus entrinya yang dianggap menghina Presiden RI, Tokoh Kita mengarahkan moncongnya ke Priyadi Iman Nurcahyo dengan menyatakan bahwa Priyadi diperiksa kepolisian dengan perkara yang serupa (Baca Elshinta.com, Tempo, dan Republika). Pernyataan ini jelas bertentangan dengan fakta yang ada, dan Priyadi pun sudah membantahnya.

Priyadi sepertinya telah menjadi musuh terbesar Roy Suryo di tahun 2005 ini. Roy Suryo menganggap bahwa Priyadi tengah menjaring kekuatan melalui situs blog-nya. Kita tentu masih ingat bagaimana Roy Suryo menuduh Eko Juniarto terlalu sering berkomentar tentang dirinya pada tahun 2004. RSW menduga bahwa Pesan Cinta Blogger Indonesia menjadi pemicu Tokoh Kita menganggap Priyadi sebagai musuh. Dan dengan memiliki posisi sebagai Ketua Departemen Kominfo Partai Demokrat, yang notabene adalah partainya Presiden RI, Tokoh Kita pun kemudian mencoba menjatuhkan Priyadi yang membuat tulisan mengenai SMS spam dari Presiden.

Siapakah yang menjadi musuh terbesar Tokoh Kita pada tahun 2006? Apakah Priyadi masih bertengger di posisi puncak tersebut? Ataukah akan ada tokoh lain yang menggeser Priyadi? Kita nantikan saja tahun depan.

Apa Pasal?

Monday, December 12th, 2005

Berawal dari tersebarnya foto ‘Bambang-Mayangsari’, yang dipastikan oleh Tokoh Kita sebagai foto asli melalui jumpa pers dengan mengundang sejumlah wartawan berkumpul di sebuah kafe, kasus ini berkembang menjadi kasus pasal 134 KUHP, yaitu penghinaan terhadap kepala negara. Apa pasal?

Pasalnya adalah seorang bernama Herman Saksono yang berdomisili di Yogyakarta membuat posting blog berjudul Foto Mayangsari adalah rekayasa. Posting ini mengolok-olok komentar Tokoh Kita dengan menyatakan bahwa foto itu sebenarnya adalah rekayasa. Cerita yang dibuat Herman membawa nama SBY, Surya Paloh, Yusril Ihza Mahendra, dan Armand Maulana, serta Rhoma Irama. Entah bagaimana, posting ini sampai ke tangan polisi, dan polisi pun menangkap Herman Saksono di kantornya. Pasal Karet yang dulu pernah melar sampai ke Belanda (kasus Sri Bintang vs Presiden Soeharto), kini semakin melar hingga merambah Internet. Ini tentu catatan prestasi tersendiri.

Mengapa hal ini sampai terjadi? Posting blog Herman Saksono itu barangkali memang mudah menjadi sasaran jeratan Pasal Karet. Tetapi lebih jauh dari itu, tampaknya ini cara Roy Suryo mengirimkan pesan kepada orang-orang yang meragukan, apalagi sampai mempermainkan, kepakarannya: “Lu semua jangan main-main sama gua!” Terlebih lagi bila SMS Roy Suryo tentang Priyadi benar adanya.

Iiiih…. kita-kita jadi 68% tatut deh!