Media Sanggahan Paling Tepat?
Hari ini terjadi diskusi dan debat di dua media, yaitu di milis technomedia-at-yahoo dan di group teknologia-at-google, mengenai mengapa Roy Suryo sering disebut sebagai pakar multimedia. Menurut seorang wartawan, ada empat alasan:
- Ia bisa dikatakan pihak pertama yang mempopulerkan TI ke publik.
- Walaupun tak berlatar pendidikan formal TI, tetapi ia bisa menjelaskan TI dengan bahasa yang mudah.
- Ia mudah dihubungi.
- Ia cukup sering dikenal wajahnya di televisi, jadi sudah menjadi selebriti.
Hal ini menimbulkan berbagai tanggapan di kedua media tersebut, dan menurut RSW tanggapan-tanggapan tersebut memiliki benang merah bahwa mereka yang selama ini menentang pernyataan-pernyataan RS tidak memiliki akses ke media massa dan mereka menginginkan akses tersebut.
Akses ke media massa untuk apa? Tujuannya adalah demi membuat mata awam terbuka bahwa komentar-komentar RS yang ditentang mereka adalah komentar yang tidak berdasar. Contoh-contoh komentar yang demikian tidak sedikit. Misalnya bahwa 68% data Friendster adalah palsu atau perbandingan pengguna Windows dan linux sekitar 75:25. Tidak ada data yang dapat mendukung kesahihan klaim tersebut.
Apakah membantah pernyataan-pernyataan Roy Suryo secara khusus melalui pernyataan pers memang berguna seperti hipotesis sebagian orang? Ataukah melalui saluran Surat Pembaca? Ataukah media online seperti RSW atau blog-blog lebih tepat digunakan untuk menyanggah pernyataan-pernyataan RS yang tak berdasar? Benar bahwa menyanggah pernyataan RS melalui media massa akan menjangkau khalayak awam dengan mudah. Tetapi perlu juga dipikirkan akan terjadinya hal yang tidak diinginkan, yaitu masyarakat mungkin saja melihat si penyanggah hanya berniat untuk menjadi terkenal.
Media mana yang paling tepat digunakan untuk menyanggah pernyataan-pernyataan tak berdasar atau salah dari Roy Suryo?
29 Comments
RSS feed for comments on this post.
Leave a comment
Sorry, the comment form is closed at this time.
Hi roy!
fiuh.. akhirnya..
Comment by go — 20/1/2005 @ 11:34 pm
Hi Roy!(tm)
Comment by idban — 21/1/2005 @ 2:29 am
Kenapa ko’ mas2 begitu anti dengan seseorang seperti ini ?
Tokh baik roy suryo atau pakar2 it kita atau mas-mas sendiri atau bahkan saya belum punya prestasi apa-apa di tingkat dunia.
Nggak ada dari kita yang merumuskan kembali teori sehebat teori kuantum atau gravitasi. Pun nggak ada yang sebrilyan bill gates atau habibie yang mampu menorehkan faktor patahan sayap.
Lha, wong sesama “belum apa2″ ko begitu sengitnya saling membenci ???
Apa dengan pamer sejuta sertifikasi administrator, security sudah merasa top banget ???
Jangan gitu akh… anda dan saya kan cuma user yang “menggunakan” atau “menjalankan” konsep yang dirancang orang2 silicon valey itu.
Kita ini belum jadi konseptor dan implementator ulung yang mampu melakukan revolusi teknologi atau sedikitnya mengubah idiom2 yg ada.
kalo ada sarjana non it mencoba ngomentari it mbok ya nggak usah berprasangka apa2…
Lalu apakah anda-anda yang memiliki background IT sanggup menulis review tentang politik atau masalah sosial lainnya ????
JANGAN TERLALU PICIK LAHHHHH
Comment by rajalele — 21/1/2005 @ 8:45 am
Udah ah, bosen dengan komentar copy-paste dari orang yang gak jelas. Ini bukan masalah suka/benci, tapi memang orang itu sesat dan menyesatkan. Kalau komentar orang itu bener sih nggak perlu dibuat website seperti ini.
Comment by Roel Dijkstra — 21/1/2005 @ 10:03 am
hi roy! ™
Comment by arjuna — 21/1/2005 @ 10:29 am
Hi, Roy!
Comment by Syahrani — 21/1/2005 @ 2:08 pm
yey… kita kan cuma menyapa.. situ kok sewot??
hi roy!
Comment by go — 21/1/2005 @ 3:49 pm
Bagaimana kalau rekan2 yg ingin mencounter pernyataan Pak Pakar tadi membuat sebuah yayasan yang kerjaannya bikin press release ke media, mis. ke Detik atau Bisnis Indonesia. Kalau sudah dapet dua media itu, cari kontak ke rekan-rekan wartawan IT yg lain untuk meluaskan jaringan. Saya usulkan nama yayasan itu : Yayasan Pencerahan IT untuk Indonesia (YPITI). Dengan demikian, wartawan dapat supply berita, masyarakat tercerahkan, dan so-called-pakar-IT yg ngawur-ngawur bisa pensiun.
Mudah-mudahan berguna.
Comment by affan — 21/1/2005 @ 6:18 pm
hi roy! ™
Comment by kroni anti Roy — 22/1/2005 @ 5:11 pm
wah, nyala lagi
Comment by me — 25/1/2005 @ 1:05 pm
Hi Roy!
Comment by dudi — 25/1/2005 @ 7:16 pm
buat mas rajalele:
maaf sebelumnya buat semua jika tulisan saya terdengar narsis dan agak sombong (yang penting ndak masuk di acara selebritis lah)
saya mengajukan diri menjadi contoh mas, background saya fisika, dan saya nulis tentang politik juga sedang menulis karya ilmiah dengan metode analisis semiotik. saya mempertanggungjawabkan karya saya dengan berdiskusi dengan orang-orang yang memang kompeten di bidangnya.
nah,bagaimana dengan denmas beisuroy? pertanggungjawabannya kayak apa? terus terang, kalau sekedar ngomong sih gampang, tapi kalo tanpa data yang akurat (terutama ketika menyampaikan prosentase atau statistik) maka wajar jika kita harus memprotesnya. apalagi jika kemudian orang salah kaprah dan melihat dia sebagai pembenar!
sampaikanlah walaupun cuma satu kalimat, jika itu bisa meluruskan yang tadinya bengkok.
permasalahan bahwa tidak ada media yang tepat, kemudian “kekhawatiran” bahwa kita akan dituduh menjadi orang yang ingin terkenal, memang wajar.sebagaimana repotnya orang yang anti-hutang-luar-negeri untuk menjelaskan kepada khalayak bahwa kita seharusnya tidak bergantung kepada hutang-luar-negeri. kenapa bisa begitu? nampaknya memang inilah yang disebut sebagai hegemoni. lantas kita bisa apa? ya sudah, minimal berseru tentang bahaya itu..
bahaya? roy suryo berbahaya? iya, karena ini adalah pembodohan yang sistematis. tidak ada yang lebih mengerikan dibandingkan dengan kejahatan sistematis.
oke, sementara segitu dulu, buat admin: lanjutkan saja mas.. saya salut.
tabik..
Comment by lantip — 26/1/2005 @ 11:17 am
Hari Kamis, 27 Januari 2005 ini ada profil tentang Roy Suryo di KORAN TEMPO halaman B1. Kali ini dia tidak berbicara tentang IT, tapi OTOMOTIF. Coba cek deh….
Comment by Cuma Info — 27/1/2005 @ 8:55 am
Halo mas Lantip,
Kalau saya pribadi melihat fenomena roy suryo hanya sebagai warna-warni komentar dari sekian banyak orang yg concern tentang it. Sama halnya kalau anda ingin tau pendapat seseorang, atau bila teman kita tiba2 mengeluh tentang kenaikan bbm, banjir, or anything. Tentunya akan terjadi dialog yg hangat, saling memberikan argumen, meskipun terkadang kurang feasible. Saya nggak akan bertanya terlebih dahulu background dia apa, biarkan dia curhat2, kalo ada yang kurang sreg ya tinggal saya bilang saja argumen saya. Karena saya yakin, apapun yang terlontar pasti akan menambah kekayaan kita untuk melihat sesuatu.
Kalau balik ke era mid 80, siapa yang bisa memprediksi bila komputer main frame sebesar rak lemari bisa di-mini-kan dan dibawa ke rumah dalam waktu kurang dari 1 dekade ? Mungkin sebagian besar pakar komputer dan pembuat software saat itu terbuai dengan konsep yang telah ada. Hanya ada sebagian kecil orang termasuk Bill Gates yang bisa melihat trend yang mungkin rada nyeleneh, atau keluar dari pakem2 yang ada bagi sebagian “pakar komputer” di masa itu. Kala itu Bill Gates hanyalah “freshmen” di Harvard. Mungkin bila pada saat itu Bill Gates menulis artikel di koran / media, akan banyak menuai kritik dari “pakar” karena dianggap tidak “layak” atau “kompeten” untuk ngomentari tren komputer.
Kalau anda pernah menonton film “A Beautiful Mind” yang dibintangi Kurt Russel, mungkin anda akan lebih menghargai pendapat orang, meskipun terkadang nyleneh, rada2 ngawur atau apa lah. Film ini adalah true story tentang peraih nobel untuk bidang ekonomi, karena apa yang ditulisnya 10 th yg lalu menjadi pijakan dan realita saat ini. Agak mirip dengan kisah Bill Gates, namun lebih bernuansa drama.
Mas Lantip,
Saya sendiri lulusan elektro, masih satu jurusan dengan Pak Onno atau Pak Budi Rahardjo. Namun saya welcome sekali dengan semua “warna” dari semua orang tentang it dan telekomunikasi meskipun ada kurang2nya atau salah2nya. Sama seperti anda, saya pun saat ini lebih tertarik dengan bidang sosial, dan sedang mengambil s2 di fisip ui. Meskipun saat ini saya bekerja sebagai engineer di suatu operator GSM. Ilmu itu suatu khazanah yang berlapis-lapis, tidak ada yang absolut, pun hendaknya jangan terkotak di suatu sudut pandang saja.
Konsep “pakar selebritis” atau apa lah, itu hanya side effect saja. Setau saya, pak onno juga pernah berusaha demikian. Coba anda ke gramedia, anda liat setumpukan buku2 tipis bertitle “tips dan trik” dengan nama pak onno, padahal yang menulis adalah para mahasiswanya. Dari segi kualitas juga minta ampun, karena hanya terjemahan dari internet. Tak ada “self learning” yang dituangkan di situ. Atau bukunya pak Budi Rahardjo tentang “Teknologi Informasi” yang menurut teman saya yang dari ui sangatlah dangkal.
Sori kalo kepanjangan, semoga sebagian besar dari tulisan ini tidak ngawur ya…
Comment by rajalele — 27/1/2005 @ 11:39 am
apa wartawannya sebgitu begonya sehingga ga nanyain darimana angka itu didapet yah? ekeke … btw klo dipikir2 semakin dibahas malah makin bikin doski terkenal yah? ekek .. btw kok di website ini ga ada artikel apa dan siapa roy suryo itu gitu loh. gw googling dan nyasar disini http://www.pdat.co.id/hg/apasiapa/html/R/ads,20030630-100,R.html mungkin bisa jadi referensi.
Comment by riza — 27/1/2005 @ 12:58 pm
Buat Mas Rajalele,
Terimakasih, dengan demikian jadi lebih menarik bukan? hehe..
Saya sepakat saja dengan lontaran Mas, bahwa tidak baik kalau saling membenci tanpa dasar. Permasalahannya menjadi lain ketika ada dasar yang kuat, walaupun dasar sekuat apapun tidak membenarkan tindakan yang membabi buta.
Nah, sebenarnya dengan adanya situs ini, bukankah menjadi penyeimbang bagi khalayak? walaupun persebaran situs ini mungkin tidak seluas surat kabar.
Mas Rajalele, yang sekarang S2 di FISIP UI, pastinya ngeri dong kalau menghadapi sebuah serbuan hegemoni pendapat.
Jika yang mas takutkan adalah character assasination, sependek pengetahuan saya tentang situs ini, kok nggak ada tuh character assasination atas beliau. Yang terjadi justru beliau itu yang getol melakukannya. Mulai dari kasus Andi Ghalib, Gus Dur hingga Sukma Ayu. Bahkan terakhir beliau menyerang semua blogger dengan menuduh para blogger hanyalah sekumpulan orang-orang yang gagal menyalurkan kegelisahannya di dunia sosial sehingga membutuhkan satu tempat untuk menumpahkannya, yaitu dengan menyebut teman-teman blogger sebagai katarsis dan trend belaka. Ini, menurut saya, character assasination yang sebenarnya. Apalagi di rilis di media massa.
Lantas, apa ya kita mau diam saja? Saya pikir, sebagai sesama intelektual organik, kita semestinya saling menghormati upaya-upaya pelurusan atas segala sesuatu yang bengkok. Anda tentunya sepakat bukan? :p
tabik..
Comment by lantip — 28/1/2005 @ 7:14 pm
Mas Roy hari ini menulis surat kepada redaksi majalah TEMPO yang dimuat pada tanggal 31 Januari 2005 sebagai berikut:
==================
Friendster dan Blog Palsu
Sekarang di Internet lagi populer “Friendster” dan “Blog”, sampai-sampai ada anggapan bahwa setiap orang harus memilikinya. Tanpa bermaksud menghalangi rekan-rekan yang masih saja mau percaya kepada tren sesaat tersebut, saya hanya ingin tidak ada lagi yang menjadi korban penipuan. Karena itu, saya tidak pernah bergabung dalam Friendster. Banyak sekali identitas di sana yang ternyata palsu (terutama para public-figure) dan hanya dipakai untuk menarik orang lain bergabung dalam Friendster-nya.
Sekali lagi saya hanya bisa berharap agar tidak semakin banyak masyarakat yang tertipu oleh ulah para oknum yang tidak bertanggung jawab dan telah melakukan character-assassination terhadap pribadi-pribadi tertentu. Jadi, kalau sampai sekarang memang masih saja ada yang percaya kepada hal-hal yang lagi ngetren tersebut, terserah saja, itu adalah hak pribadi seseorang.
Mungkin perlu juga disampaikan, dewasa ini banyak upaya untuk merusak citra Internet dengan membuat hal negatif di Internet dalam berbagai cara. Oleh karenanya, masyarakat perlu berhati-hati. Paling parah adalah banyaknya kasus carding (pencurian kartu kredit dengan memalsukan identitas) via Internet.
Selama ini saya selalu menggunakan email [email protected] (meski dahulu sempat memakai [email protected] dan kini masih dalam proses reaktivasi). Saya sengaja tidak membuat Blog atau homepage pribadi karena memang tidak merasa perlu ikut beberapa model layanan yang mungkin masih dianggap tren bagi seseorang, tetapi sudah dianggap norak oleh masyarakat lainnya.
Semoga dunia Internet kembali seperti sediakala dan tidak ada yang menjadi korban oknum-oknum yang (mungkin) tidak menginginkan masyarakat Indonesia menjadi lebih maju dengan kecanggihan teknologi komunikasi dan informasi Internet tersebut.
KRMT Roy Suryo Notodiprojo
Jalan Magelang Km. 5 No. 8
Yogya
==================
Comment by Cuma Info — 31/1/2005 @ 10:36 am
apaan sih…brisik…geser dikit…pilemnya bagus ini…*kriuuukkzzzz…
Comment by saylow — 31/1/2005 @ 12:32 pm
bagi donk kacangnya
Comment by idban — 31/1/2005 @ 1:27 pm
rajalele, kalo baca komentar situ di site-nya priyadi, rasanya sih anda memang tidak jauh berbeda dengan mr kermit, bisanya cuma menyerang pribadi dan tidak akan pernah bisa berdiskusi tentang inti permasalahannya itu sendiri. maka saya tidak heran dengan nada tulisan anda, karena memang akan selalu ada orang-orang seperti anda dan kermit, dan sebagai penyeimbang akan selalu ada orang-orang seperti saya, yang menjadi korban insinuasi baik dari anda maupun kermit.
Comment by ryosaeba — 31/1/2005 @ 2:29 pm
Mas CumaInfo, bisa kasih tau url-nya ? saya sudah ke www.tempointeractive.com tapi ko’ tidak ada ya ?
Comment by ridha — 1/2/2005 @ 3:41 pm
NGGAK GAUL AH LU ROI, MAEN-MAEN ‘DUKUN’ !!! Semua individu / komunitas yg pernah berurusan dgn dia, serasa mentah di jalan. Semua menganggap USAI : “Sudah, nggak usah dibahas dan dibalas. Percuma berhadapan dan memusuhi ORANG GILA!” Dasarnya emang GILA POPULARITAS !!!
Kalo tidak SEKARANG DIHABISI, mau kapan??? Anda semua rela MASYARAKAT yg jutaan ini DITIPU & DIPERMAINKAN oleh opini2 dia di media massa & TV ??? Silakan lakukan usaha Anda semua secara MAKSIMAL.
MUMPUNG DIA SUDAH KEHABISAN AKAL BUAT MENCARI PENDUKUNG YANG MAU PERCAYA SAMA DIA!!! MAMPUS DEH LU…
Comment by Sonny Riandika — 4/2/2005 @ 12:48 pm
sabar bossss!!!!!
Hi roy !
ryosaeba punya sebutan baru buat kanjeng mas tuh pake aja nama kermit setuju
Comment by kompiebutut — 11/2/2005 @ 3:12 am
saya setuju dgn tanggapan yang nanggapi mr. rajalele…
) memang sudah terlalu jauh ngatur2 orang di dunia cyber gini.
Mr. Roy (yang berjiwa feodal dalam internet ini
komentar beliau itu disiarkan pada komunitas yang mungkin tdk mengerti apa dan bagaimana internet itu. konyol kan?
dan lagi …. ehm.. maaf….
setahu saya yang yang main A Beautiful Mind itu bukan Kurt Russel tapi .. Russel Crowe
Kurt Russel mungkin main di A Beautiful Mind 2 (kalo ada)
*cengengesan*
sori.. ini cuma mbetuli lohhh….
Comment by alex — 28/2/2005 @ 12:25 am
alo om rajalele…sy rajakota…tepatnya rajakota yogya….kwkwkwkwwkk.becanda aza.,…kayaknya obroral diatas sepintas agak panes yach…!
Komentar : Salutte untuk Mas Roy,…salah atau bener yg penting dia berani ngomong di depan publik. “loe berani ga?”kata org jakarte …. “Wani ra mas ?”kata org Yogya…… “Rewa ko ces?”org Makassar kl nantang…..kekekekkek
Salam anget dari Yogya
laghaimers
Comment by rajakota — 28/2/2005 @ 4:32 pm
…ROY SURYO BERBAHAYA..IYA..DIA CUKUP BERBAHAYA..GUE UDH BENCI DIA SEJAK KASUS SUKMA AYU..DIA ITU BUKAN MANUSIA..GUE CEWEK, DAN GUE BENCIII BGT SAMA TANGGAPAN DIA SOAL KASUS SUKMA..MAU ITU PALSU ATO BUKAN..EMANGNYA URUSAN DIA APA..MIND UR OWN BUSINNES ,PROMOSIIAN ALAT YG BERNAMA METADATA BUAT NENTUIN SEBUAH POTO PALSU ATAO GAK..KETAUAN BGT DIA KURANG KERJAAN..KASUS BEGITUAN DI SELIDIKI..MAO ITU PALSU..GAK PENTING..DIA TUH CUMAN MO NYARI POPULARITAS..GUE MANTAN TI BINUS DAN GAK BERMAKSUD NYOMBONG GUE JUGA BISA MANIPULASI GAMBAR PERSIS MIRIP SUKMA..DAN ITU CUMAN IMAGE PROCESSING…EH MR. TEKNOLOGI ‘IT’ ITU BERKEMBANG PESAT..SATU DETIK LO MENG KLAIM TEKNOLOGI YG LO YAKININ SUPERDUPER DIDUNIA SANA ORANG UDH NEMU TEKNOLOGI YG LEBIH SUPERDUPER…GUE BENCI DIA,,,SEBAGAI CEWEK GUE KASIAN SAMA SUKMA YG DIPAKSA NGAKU SAMA ROY BAJINGAN INI UNTUK MENGAKU…SEE, GADIS MUDA BERBAKAT MILIK INDONESIA HARUS NGALAMIN STRESS YG SEHARUSNYA GAK TERJADI..
BACK TO THE MAIN POINT, FRIENDSTER DAN BLOG…
INI MENARIK BGT DALAM PERKEMBANGAN DUNIA INTERNET..ROY ITU CUMAN MANUSIA YG SOK SERIUS GAK PUNYA SELERA HUMOR…DAN MERASA PALING BENER…
APA DIA GAK TAU…VIA BLOG, GUE YG JAUH DISINI..JAUH DR KOMUNITI BERBHASA INDONESIA BISA DENGERIN KEMBALI APA YG SEDANG TERJADI DITANAH AIR GUE…GOSIP2…MEMBACA BUAH PIKIRAN ORANG LAIN…HEY,ITU SEMUA INFORMASI YG SANGAT BERHARGA BAGI GUE…..INTINYA..KARNA ROY ITU MANUSIA EGOIS YG MERASA DIA PLG PINTER, GAK PERLU PIKIRAN ORANG LAIN..KARNA PIKIRAN ORANG LAIN SAMPAH BELAKA BUAT DIA….DIA GAK PUNYA PERASAAN..KALO DIA PUNYA FEELING DIA NGGAK BAKAL BERKOAR2 SOAL KASUS SUKMA…
SOAL BLOG MENURUT GUE >writing forces you to be specific which is very important in goal SettinG…. !!!
sekarang banyak jalan lain buat jadi pengarang tanpa butuh penerbit dan tulisan kita bisa dibaca umum…penghargaan buat mereka yg mau meluangkan waktunya membaca pikiran ‘gue..an ordinary girl’….
friendster..gue bisa nemu temen lama yg udah tercerai berai gak tau kemana..cuman modal alamat imel….see…masalah selebriti palsu..ya..kita semua juga tau itu palsu…jujur gue nge add dian sastro palsu..dan gue tau itu palsu..tapi seru aja..ada poto dian sastro di list gue..
roy emang manusia picik yg nggak bisa melihat sesuatu dr sisi positif…
renungin deh roy //gue bener udh mpet dr lo liat tingkah polah lo..memberi kesan orang IT..kumpulan orang sengak yg serius dlm hidup…humourless, naive..de el el..jgn rusak reputasi org IT !!
Comment by gue peduli fs and blog — 21/3/2005 @ 1:48 am
Hi. Roy!
Comment by Hans — 25/3/2005 @ 6:58 pm
sbelumnya.. salam kenal bwat smua deh.. gw tadi nyasar ke blog ini.. tapi ternyata seru juga.. hehe..
gw setuju banget ama “gue_peduli_fs_dan_blog”.. kebetulan, gw juga anak IT, lulusan STT TELKOM..
tadinya.. gw rada2 ga kenal ama nama Roy Suryo.. tapi gw baru inget.. dia itu yg disebut2 sebagai pakar multimedia yang nanganin kasus SUKMA AYU itu toh.. wah.. pas denger hasil analisa-nya “ANJRIT.. cuman segitu doang tuh analisanya, basi tau ngga??!!”..
sebel banget dengernya.. kesannya dia itu bener-bener PAKAR yang KEREN banget.. padahal.. huh?!!
bener2 cuma cari popularitas doang tuh!! sebel!!
tapi.. ya sutra weeh.. masing2 orang punya jalannya masing2..
dan dia bertanggung jawab atas apa yg dia lakukan..
emang siih, klo dipikir-pikir, ngapain juga kita repot-repot ngurusin Roy Suryo.. dia-nya tetep nyantey gituh.. kagak berasa apa-apa.. huh.. percuma kan.. tapi.. emang ga ada salahnya juga, klo kita memberitahukan yang sebenarnya kepada publik, supaya publik bisa memutuskan sendiri sikap yang akan diambilnya.. toh yang penting qta udah ngasih tau, urusan publik mo ngerti atow engga, bukan urusan qta lagi..
KEBENARAN bagaimanapun HARUS DIUNGKAPKAN.. namun.. PERCAYA NGGA PERCAYA.. terserah bagaimana anda menanggapinya <- kayak di ANteve aja neh..
hihi.. udah ah..
PISS YOW!!
Comment by deLLa — 21/4/2005 @ 3:14 pm
roy suryo tu ga ada apa2nya udah berani unjuk popularitas segala di acara seleb.emeng pendidikannya apa se,sebel bgt gw…
Comment by evan — 5/6/2005 @ 9:49 pm