Sepucuk Surat Pembaca
RSW mempelajari bahwa surat pembaca yang dikirim oleh Roy Suryo dimuat oleh majalah Tempo edisi hari ini, Senin 31 Januari 2005 (terima kasih kepada CumaInfo). Surat yang sama juga dimuat oleh Harian Bisnis Indonesia hari ini. Inti surat ini menegaskan kembali bahwa:
- banyak Friendster palsu; dan dia tidak pernah bergabung dengan Friendster,
- blog hanyalah tren sesaat; makanya dia tidak bikin blog,
- imelnya adalah [email protected] dan dia belum berhasil mengaktifkan kembali [email protected].
Ada dua hal yang menurut RSW menarik untuk disimak dari surat pembaca oleh Roy Suryo hari ini. Yang pertama adalah logika beliau bahwa yang melakukan hal-hal negatif di Internet bertujuan untuk merusak citra Internet. Jadi menurut Roy Suryo inilah tujuan oknum-oknum itu, selain tidak menginginkan supaya masyarakat Indonesia lebih maju dengan adanya Internet.
Yang kedua adalah harapan Roy Suryo agar Internet kembali seperti sediakala. Dalam pandangan RSW, hal ini mencerminkan bahwa menurut Roy Suryo, Internet akan menjadi lebih baik tanpa sesuatu. Internet seperti apakah yang lebih baik itu? Internet tanpa blog? Internet tanpa Friendster? Internet tanpa Google? Ataukah Internet tanpa Roy Suryo?
Silakan baca salinan surat pembaca oleh Roy Suryo.
Friendster dan Blog Palsu
Sekarang di Internet lagi populer “Friendster” dan “Blog”, sampai-sampai ada anggapan bahwa setiap orang harus memilikinya. Tanpa bermaksud menghalangi rekan-rekan yang masih saja mau percaya kepada tren sesaat tersebut, saya hanya ingin tidak ada lagi yang menjadi korban penipuan. Karena itu, saya tidak pernah bergabung dalam Friendster. Banyak sekali identitas di sana yang ternyata palsu (terutama para public-figure) dan hanya dipakai untuk menarik orang lain bergabung dalam Friendster-nya.
Sekali lagi saya hanya bisa berharap agar tidak semakin banyak masyarakat yang tertipu oleh ulah para oknum yang tidak bertanggung jawab dan telah melakukan character-assassination terhadap pribadi-pribadi tertentu. Jadi, kalau sampai sekarang memang masih saja ada yang percaya kepada hal-hal yang lagi ngetren tersebut, terserah saja, itu adalah hak pribadi seseorang.
Mungkin perlu juga disampaikan, dewasa ini banyak upaya untuk merusak citra Internet dengan membuat hal negatif di Internet dalam berbagai cara. Oleh karenanya, masyarakat perlu berhati-hati. Paling parah adalah banyaknya kasus carding (pencurian kartu kredit dengan memalsukan identitas) via Internet.
Selama ini saya selalu menggunakan email [email protected] (meski dahulu sempat memakai [email protected] dan kini masih dalam proses reaktivasi). Saya sengaja tidak membuat Blog atau homepage pribadi karena memang tidak merasa perlu ikut beberapa model layanan yang mungkin masih dianggap tren bagi seseorang, tetapi sudah dianggap norak oleh masyarakat lainnya.
Semoga dunia Internet kembali seperti sediakala dan tidak ada yang menjadi korban oknum-oknum yang (mungkin) tidak menginginkan masyarakat Indonesia menjadi lebih maju dengan kecanggihan teknologi komunikasi dan informasi Internet tersebut.
KRMT Roy Suryo Notodiprojo
Jalan Magelang Km. 5 No. 8
Yogya
58 Comments
RSS feed for comments on this post.
Leave a comment
Sorry, the comment form is closed at this time.
[…] gw nyempetin cari Majalah Tempo yang katanya pada halaman 6 Surat Pembaca tertulis sebuah surat cinta Roy Suryo, isinya seperti apa kurang lebih seperti ini: Sekarang di […]
Pingback by Secandri.com » Surat Cinta Roy Suryo Untuk Media — 31/1/2005 @ 5:54 pm
Celoteh Roy Suryo di Majalah Tempo
Hari ini ada berita mutakhir soal bapak yang katanya pakar K.R.M.T. Roy Suryo Notodiprojo menulis di surat pembaca Majalah Tempo dengan judul Friendster dan Blog Palsu. Isinya sebagai berikut (saya komentari perparagraf):
Sekarang di Internet la…
Trackback by Jay adalah Yulian — 1/2/2005 @ 12:18 am
Hi Roy!(tm)
sayang nggak ketemu tadi majalahnya
besok kalo ketemu discan
Comment by idban — 1/2/2005 @ 12:29 am
aarggggggggghhhhh lama2 sebel liat ini orang!!!!
Yah telat.. gak apa-apalah.. Hi, hi, hi, hi, Roy!™
Comment by Syahrani — 1/2/2005 @ 12:32 am
Surat Cinta Roy Suryo Untuk Media
Tadi sebelum pulang kerumah gw nyempetin cari Majalah Tempo yang katanya pada halaman 6 Surat Pembaca tertulis sebuah surat cinta Roy Suryo, isinya seperti apa kurang lebih seperti ini:
Sekarang di Internet lagi populer “Friendster” dan “Blog…
Trackback by Secandri.com — 1/2/2005 @ 12:55 am
Yang terakhir yg dia lakukan pada kami adalah METODE CYBER CRIME & HUMAN CRIME, sbb:
(1) PENGALIHAN TRANSFER DANA REKENING PERBANKAN / PEMBELOKAN TRANSFER.
(2) PENCURIAN DANA ANAK-ANAK PANTI ASUHAN (MASYA ALLAH….)
(3) PEMBOBOLAN ID YAHOO (DALAM RANGKA TEROR)
(4) TEROR & TRACKING VIA SMS & HANDPHONE
(5) PENIPUAN VIA TELPON (MODUS MEMINTA UANG A.N. ORANG LAIN)
(6) PENCEMARAN NAMA BAIK.
(7) Friendster saya ikut dijebol, buat TEROR. (kurang kerjaan bener)
Comment by Sonny Riandika — 1/2/2005 @ 3:13 am
yo rih :p
Comment by enda — 1/2/2005 @ 6:20 am
[…] kasta. Kali ini dia hanya muncul di kolom tersebut. Isi surat tersebut bisa anda baca di rsw. Isi surat tersebut juga sudah dibahas oleh Jay dan Idban di blog mereka masing-masing […]
Pingback by Arjuna » Internet (Tidak) Membutuhkan Roy Suryo — 1/2/2005 @ 8:07 am
see my last post at http://econsucks.blogspot.com
Comment by acoke — 1/2/2005 @ 8:31 am
hi oy! ™
Comment by arjuna — 1/2/2005 @ 10:57 am
Sekarang om Roy sudah nggak percaya lagi sama SMS (yang katanya lebih otentik dari e-mail), soalnya sudah ada penyedia jasa SMS spoofing. http://jkt1.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/02/tgl/01/time/10161/idnews/282838/idkanal/112
Comment by Roel Dijkstra — 1/2/2005 @ 11:23 am
Hi Roy!
bukannya sms spoofing udah ada dari jaman jebot?
Comment by go — 1/2/2005 @ 12:24 pm
Hi Roy! ™
skrg dia hanya percaya pada dirinya sendiri!
paranoid! ha ha ha
Comment by Ben — 1/2/2005 @ 12:30 pm
di satu dunia yang ada banyak persoalan dan masalah yang belum dapat dipecahkan tapi menguasai hajat hidup orang banyak, masih ada juga manusia yang mengaku talented tapi lebih suka ngerjain yang nggak nggak daripada yang iya iya. mas banyak imel palsu, uang palsu, ktp palsu, wartawan palsu, komputer palsu, dan tentu saja manusia palsu.
Comment by pidoet — 1/2/2005 @ 12:50 pm
udah biarin ajah… ntar juga mati sendiri…
Comment by kliwon — 1/2/2005 @ 12:50 pm
Internet tanpa Roy Suryo??? jangan sampe!
pasti gak seru
Hi Roy!™
Comment by nugi — 1/2/2005 @ 1:16 pm
“Internet yang seperti sediakala” itu seperti apa sih? Bukankah weblog dan social networking software (seperti Friendster) adalah part of internet’s evolution?
Comment by sisil — 1/2/2005 @ 2:39 pm
Hi Roy!™
Comment by dudi — 1/2/2005 @ 7:47 pm
#3 di scan ya…. biar gue liat sekalian, belom sempet beli majalahnya
Comment by dudi — 1/2/2005 @ 8:04 pm
#19 janji saya sudah dipenuhi silah kunjung ke hompeg saya
Comment by idban — 2/2/2005 @ 12:13 am
Blog itu norak, gak kompeten dan menyesatkan, artinya kita semua norak, gak kompeten dan kelompok aliran sesat
bubar bubaaaaaar…
Comment by Alkaizer — 2/2/2005 @ 1:01 am
#20 gue udah liat…… tenkyu….
Hi Roy!™
Comment by dudi — 2/2/2005 @ 12:55 pm
#6 trust me, roy suryo tidak sepintar itu
Comment by godote — 3/2/2005 @ 1:05 am
Kok jadi inget cerita telepon di pasang pertama kali. Orang-orang ketakutan karena ada suara setan. Sekarang ’suara setan’ malah hal yang biasa.
Anyway, Teknologi, Media sama Maling (atau ‘orang jahat’) harus dibedakan. Kesannya Om Roy gak mau pake blog karena takut ‘kemalingan’.
Comment by Sunaryo Hadi — 3/2/2005 @ 3:04 am
sudahlah.. gak perlu diperpanjang.. masalah dikit aja dibesar2kan… kasihan dong beliau… apa yang sudah terjadi terjadilah…, mungkin om oy lagi emosi, ya namanya emosi kan kadang gak pikir panjang gitu loh… oke yah semua maafkan yah.. *peace*
Comment by temmenya oy — 3/2/2005 @ 3:35 pm
semuanya di dunia ini pasti ada resiko nya lah..gmn sehg…klo ga mo resiko ya udah ga usah menggunakanya….tapi ga usah kaseh stetment yang kliatanya menyangkal banget sehg…biarin semua yang ada di internet merupakan kemudahan dan semuanya itu inovasi…coba sekarang klo lu misal di friesndster ktemu temen lama yang udah ga ktemu lama trus bisa kontek2 kan kan seneng….MAKANYA GAUL!!!!
salam…saya salut sama kesuksesan anda….tapi saya tidak suka dengan tulisan dan gaya bahasa anda…terimaksih…
Comment by brut — 4/2/2005 @ 9:48 am
tenang2. jangan percaya dengan omongan dia ttg hal2 yg berhub. dengan IT.
Dia cuma “Tahu sedikit tentang banyak hal”. Gak usah terlalu dipikirkan.
Comment by hoho — 4/2/2005 @ 11:14 am
DI Internet banyak yang kasih nada sinis kepada RM Roy Suryo. Pertanyaan saya, kenapa bila ada yang tidak setuju dengan tulisan/ ucapannya kok nggak disanggah di media, dimana ucapan/ tulisannya itu ditampilkan?
Comment by Ben Brilianto — 5/2/2005 @ 9:10 am
Sabar aja Om Roy…
Comment by black_ych — 8/2/2005 @ 11:15 pm
‘ai ‘oy ™
(horreee… terakhir, awas kalo ada yg ber-”‘ai ‘oy” di bawahku
Comment by fajri — 9/2/2005 @ 12:37 pm
Makasih buat komentarnya dan hujatan serta ejekan kalian buat saya. Sedih saya, kalian ini cuman bisa ikut ikutan hai roy hai roy. Apa tidak ada tindakan yang lebih kreatif?
Comment by KRMT Roy Suryo Notodiprojo — 9/2/2005 @ 1:56 pm
Oh Roy!
Comment by Roel Dijkstra — 9/2/2005 @ 2:44 pm
stop hai roy hai roy. memangnya saya royco?
Comment by KRMT Roy Suryo Notodiprojo — 9/2/2005 @ 6:56 pm
Hi Roy!
Udah susah cari pendukung, ya…
======================================================
Tgl Lahir : 18 - 07 - 1968
Mongso : Kaso
Hari Lahir : Kamis
Pasaran : Pahing
Wuku : Tambir
Dewa : Siwah, lain yang dipikir lain yang diucapkan atau diperbuat.
Kayu : Upas (racun), tidak dapat memberikan perlindungan, bicaranya menyakitkan.
Burung : Prenjak, sombong, senang bicara besar (yang bukan-bukan).
Gedhong : Tertutup , tamak tetapi tidak dapat kaya.
Bencana : Kena jerat.
======================================================
:)
Comment by Sonny Riandika — 10/2/2005 @ 12:59 am
ha?setau gw yah…yang frendster palsu tuh…ya friendster yang profilenya tentang cewek2 yang binal gtoh..padahal sebenrnya ga gtoh…jadi profile diri itu palsu…wah jangan2 si om ini carinya profile yang porno2 yah….ya klo itu seh emang menurut gw itu banyak bo’onk nya om…..wah ketauan nih carinya yang gtoh2….hehe. karna kekecewaan trus tulis di media gtoh yah???/wah jangan gtu dunk om….banyak benernya juga segh….ktemu temen lama bisa juga lewat frendster…seneng banget tuh ktemu temen lama…bener juga tuh kata si brut…GAUL OM makanya….hehehe..jangan jadi sang IT ners yang lupa sosialisasi. bayangin degh ktemu temen lama yang udah bertahun2 hilang kontak trus bisa kontak lagi kan seneng….apa si om ini ga pengen ktemu temen lama???apa malah ga punya temen????ngajaknya kenalan mulu yah di fs???ya klo itu seh blom pasti om….apalagi yang porno2…wah….hauhauhua……udah om…jangan cari yang porno2 itu segh pasti ga bener om..kemungkinan benernya juga 50%.tapi klo cari temen lama segh klo dia register pasti ktemu om….gw bukan menghujat anda….tapi tulisan anda ga usah eksterm gtoh dunk….rasanya si om neh kecewa banget sama friendster…kecewa sama yang porno2 yah???hauhauhua..ketauan negh yah….klo cari yang gtoan mah jangan di fs dunk om…di pinggir jalan kan banyak om..apa neng ndeso kono ga ono???opo elek2 om??yo cari ke dugeman to yo???gaul makane om..ojo ngurusi IT terus…..
blog juga penting om…sebagai curahan hati..emang kebanyakan blog isinya bgitu2..emang itu curahan hati dari tiap2 orang…itu penting juga dari pada si orang itu gila…ga bisa tercurahkan …hayo….makanya om BANYAKIN GAUL…..biar ga nulis eksterm kaya gtoh…..anda baca kembali degh….
salam…
Comment by brekele_kentu.... — 11/2/2005 @ 5:02 am
kemarin siang om roy masup infoteimennya tipi7.. memberikan pendapat dan masukan mengenai foto-foto b’jah dan calon istrinya… masukkannya sangat berguna sekali untuk masjarakat oemoem…
Comment by sayah — 11/2/2005 @ 9:30 am
Jadi inget, tulisan Om Roy diatas dimuat juga (hampir mirip) di surat pembaca Harian Kedaulatan Rakyat, koran lokal Jogja. Kalau ndak salah sekitar tanggal 30 Januari 2005. Seingat saya itu koran edisi hari Minggu. Ada yang mau nulis bantahan terhadap tulisan Roy itu?
Comment by nofie — 11/2/2005 @ 1:07 pm
Halo, saya sudah sering baca ttg Hi Roy dsb. Yang saya heran, kok tulisan2 ttg Hi Roy tidak bisa ikut populer di media massa selain Internet ya ? Biasanya pembicaraan ttg orang yang dikenal publik selalu dapat sorotan. Apa memang tidak digiring ke sana ?
Comment by tamu — 11/2/2005 @ 11:55 pm
*38.
Memang ini sebenar-benarnya dunia internet yg tidak menerima dia, sehingga sekarang dia mencari pendukung melalui media massa. Biarkan sajalah. Toh nanti kalo media massa juga sudah merasakan “disenggamai dengan kebohongan-kebohongannya” akan secara otomatis menggusur dia. Banyak contoh ttg hal tsb di media massa negara kita, terutama teruntuk para calon-calon pemimpin bangsa yang sudah semenjak dini bermain dengan EGO nya untuk menghalalkan segala cara.
Kalo masalah giring menggiring, seharusnyalah sesama media itu saling berkesinambungan ya tho… Tidak bermain sendiri-sendiri. Itu kalo saya, gak tau pendapat yang lain…
Comment by .p.o.r.t.a.l. — 13/2/2005 @ 12:59 am
idiih.. mas roy, emon sebel dech sama mas roy!
Comment by embah — 14/2/2005 @ 3:26 pm
Kemarin saya beli 2 majalah, Marketing dan SWA. Di bagian surat pembaca, dua2nya ada surat cinta itu. Menyebalkan!!!!
Comment by sapi gila — 14/2/2005 @ 3:57 pm
Dari sanggahan RoySuryoWatch: “Sebagian besar pengguna Friendster sudah maklum dan lumrah bahwa individu-individu tersebut bukan didaftarkan oleh individu yang sebenarnya. Biasanya pembuatan account Frienster tersebut dilakukan untuk bersenang-senang, bukan untuk ‘character assassination’ seperti yang dikatakan Roy Suryo karena pengunjung Friendster sudah cukup lumrah akan fenomena tersebut”
Comment: pembajakan VCD/CD juga sudah merupakan hal yang lumrah di Indonesia, tapi apa itu benar? Apa yang lumrah belum tentu benar. Jangan mengikuti hal yang buruk karena mayoritas orang berbuat seperti itu.
Comment by Max — 17/2/2005 @ 1:41 am
Tapi, bukankah internet bikin kita tambah dewasa dan bermoral karena kita bisa dipuaskan dengan knowledge dan informasi sejauh yang kita inginkan? Memang, tidak semua informasi dapat kita terima dan paparkan. Tapi paling tidak kita bisa memilih track kita sendiri sesuai dengan informasi yang kita butuhkan. Kalau ada yang menyalahgunakan internet, mis mencuri data pribadi, cracking, atau duplikasi software, berarti orang itu memang pintar tapi kurang dewasa dan bermoral dan berada pada track yang salah. Internet dan dunia nyata adalah dunia pararel. Orang jahat tetap saja ada. Tapi sayang, loneliness itu acap kali muncul dan terobati lewat Internet tanpa peduli bahwa akan muncul hal yang buruk atau yang baik. Blogging mengasyikan, kita bisa punya domain sendiri dan sharing dengan orang lain sekaligus belajar mengedit informasi.
Ini perkembangan yang akan datang: http://www.broom.org/epic/ols-master.html, yang tidak mungkin ditentang lagi.
Comment by jeffry — 18/2/2005 @ 8:57 am
nggak usah dipikirin…
nagkunya pengamat IT. yang nyuruh ngamatin siapa? apa internet warisan nenek moyang kau apa?!! akui ajalah.. anak2 muda awal ketarik ke internet ((walo gak semua) itu karena ada cerita bokep, ada gambar porno, gosip klo bisa dapat barang gratis… etc.. walo ini emang gak benar. tapi yang jelas bukan karena pengamat2 yang banyak celoteh macam kau, Roy Suryo…
tipe orang kayak Raden Mas Roy Suryo yang masih kolot kayak bangsawan keraton itu banyak. dia merasa cuma dia yang benar. mandangi orang dari kacamata sendiri. lha… piye toh mas? apa cuma kau aja yang punya kacamata?! kalo kau emang gak suka… ya udah minggir!! peu haba lagee nyan!!
sadar om!! bukan kau aja punya kacamata buat mandang dunia… orang malah udah pake contact lens lagi
apa sih yg udah kau bikin utk kemajuan internet selain cari sensasi? protes sana-sini?!anak SMP bangsa adek aku juga bisa…
gini ajalah.. buka komputermu, main gaple (solitaire), buk IE yang jeblok itu, trus.. browsing berita2 yang kau suka. jangan kau masuk dunia kami!! internet bukan dunia yang bisa kau atur dengan hukum, agama sekalipun. bahkan Tuhan gak ada urusan di sini… semuanya tergantung iman masing2. atau kau, Raden Mas Roy Suryo, memang kecewa ma Friendster karena ketipu ma cewek2?! trus berkoar bahwa Friendster dan Blog itu brengsek?! macam anak kecil!! yang jelas aku ketemu kawan-kawan lamaku di sini… urusan apa dengan komentar kau!!
brengsek!! kau urusi komputer saja!!
bermainlah seperti pemain bola atau pelatihnya… jangan jadi komentator bola saja…. orang di warung kopi juga bisa!!
PS: thanx buat rekan2 di blog yang bikin sumbangan moril dan materil buat tsunami di aceh.
A.R. Hidayat = FMIPA FISIKA UNSYIAH, Angkatan 2000. (aku tidak takut mengatakan kebenaran!!)
Comment by A.R. Hidayat — 20/2/2005 @ 3:30 am
Wah… jaman sekarang masih ada aja yah orang kolot yang mengaku intelek….mungkin pak Roy belum terbuka wawasannya dan belum memandang jauh hal positif dari Blog atau hal-hal berkaitan dengan internet dan lebih melihat sisi negatifnya. Yah segala sesuatu kan tergantung penggunanya…
Comment by yudha — 22/2/2005 @ 4:21 pm
Sekalian aja. Nggak usah internet banking karena banyak penipuan, nggak usah belanja di internet, nggak usah baca koran karena banyak yang munculin berita palsu, nggak usah kirim email karena banyak spam dan virus.
Nggak usah konek internet aja, Pak RS! Banyak bahayanya.
Comment by WishKnew — 26/2/2005 @ 11:50 pm
Ahh… sudahlah… yang penting ENJOY AJAAA…
Hari gini belum nge-blog???? kekeke… gua sendiri juga kaga punya tuh.. kaga ada waktu. Tapi namanya juga technology, berkembang terus, dan jangan kita tolak tuh teknologi.. kita pelajari aja apa salahnya sih…
Mau trend sesaat kek, mau ketinggalan jaman kek.. bodo amat. Banyak cingcong…! pengetahuan nihil!
Comment by roy.co — 7/3/2005 @ 5:15 pm
Sebenernya ini roy suryo bukan apa2 kecuali komentator org umum , jangankan cobain dia suruh ngehack , di suruh buat website dia msh pusing pasti !! msh mau nyontek sana nyontek sini, paling dia bisanya buka windows en program2 umum biasa di pc, kalo cuma komentar supir gue lebih jago tuh !!! Foto asli apa engga dia lebih pinter bandingin!!! Patut di curigai ini si Roy , pakar IT ? haha program linux aja pasti dia ga ngerti!! dia paling bisanya chatting ama browsing doang kaya org umum maen internet!! mana kelebihan dia mana buktinya??? perlu di tangkep nih org kaya gini yg ngaku2 pakar it!!! bah pakar nipu!!
Comment by index — 18/3/2005 @ 6:47 pm
HA??? SIAPA TUH ROY SURYO? KOK TERKENAL BANGET? GUE PENGEN JUGA DONG TERKENAL SEPERTI ITU ,GITU LOH!
KENALAN DUOOOOONG! TAPI INI KHUSUS UNTUK ORG2 KEREN YA?!
ORG JELEK HARAP NGANTRI DAN ISI FORMULIR DULU…..
Comment by CICI — 31/3/2005 @ 2:41 pm
Oooohh….Bang Suryo abis patah ati ya Bang? Duh, kaciaan….sini sini ama Chia aja ya, gratis kok!!
Comment by chia_genits! — 31/3/2005 @ 2:46 pm
seperti kata pepatah kuno.., klo pengen terkenal,kencingi air zam zam..
kayanya om roy skrg dah jd terkenal deh..
Comment by amanoya — 5/4/2005 @ 10:53 pm
Beginilah kalo pakar malas meneliti… hehehe….
Coba deh baca NgeBLOG=goBLOG ?
http://kenz.web.ugm.ac.id/151280/art-lihat.php?octaveerid=67
Comment by Kenz — 8/5/2005 @ 8:25 pm
kasian yah si roy .. dah gembar gembor sana sini ngga ada pendukung kekekek ..itu tandanya apa yang dia sampaikan ngga ada artinya … semua orang dah tau alias komentar semuanya dah basi kekeke … sok jadi pahlawan kekeke di komentari yang aneh aneh sok sabar kekkeke roy roy kok hidup kamu
Comment by penjahat — 25/5/2005 @ 2:23 pm
oh iya … mukamu kamu taruh mana roy… jangan terus terusan gitu donk roy .. kasian anak anakmu ikut malu juga entar …
Comment by penjahat — 25/5/2005 @ 2:25 pm
ai oy (hai…)
Comment by keke — 26/5/2005 @ 4:22 pm
Yang gw tahu…roy suryo tuh ga ada apa2nya,omong gede doank.Bener apa yang temn2 bilang, dia bisanya cuman buka windows ama program2 standar.Hanya karena polesan media dia jadi terkenal. Itulah yang dimnamakan TONG KOSONG NYARING BUNYINYA.OM roy mending klo mau ngomong belajar dulu ama yang ahlinya, jgan langsung omong gede…So’ keminter…..hahahahahha
Comment by midnick — 3/6/2005 @ 7:26 am
Segala komentar yg ada di sini ini kan sekadar silang pendapat. Namanya juga pendapat. Kalo saya menyikapi keberadaan internet dengan segala macam situsnya termasuk webblog, friendster, dan sebagainya secara rileks saja. Semuanya kembali pada isi kepala si pengguna internet. Ngga ada hubungan dg sebutan gaul atau ngga gaul. Cap gaul atau tidak gaul sendiri bagi saya cuma akal-akalan dari segelintir anggota masyarakat yg hidupnya terperangkap dlm situasi salah kaprah nasional. Mereka menciptakan istilah-istilah sendiri untuk melabeli kesalahkaprahan persepsi mereka yg justru semakin memperdalam kondisi salah kaprah itu sendiri. Tapi itu soal lain dan topik lain.
Kembali pada opini bung Roy Suryo yg menganggap bahwa blog cuma sebagai curahan emosi, itu juga pendapat pribadinya. Pendapat saya lain lagi, bagi saya oke-oke saja orang bikin blog dan memakainya sebagai media utk menuangkan uneg-uneg kek, pikiran kek, isi hati kek, opini kek, puisi kek, prosa kek, fiksi kek, filsafat kek, apakah itu mengenai segala hal yg berkaitan dg masalah nasional, internasional, kehidupan universal, kehidupan pribadi, sosial, dsb. Karena apa ? Kan dg begitu orang jadi menulis, dan menulis itu bagus utk kesehatan otak kita. Apalagi selama ini masyarakat kita masih belum terbiasa dg budaya baca-tulis. Menulis itu kan melahirkan yg batin. Membaca itu membatinkan yg lahir. Tentu saja kita perlu banyak membaca agar tulisan kita juga berisi.
Justru dg adanya blog, journal, online diary, dan sejenisnya, akan memotivasi orang utk menulis, dan menulis itu bagi saya adalah salah satu sifat yg produktif dari manusia. Dengan blog, kan sama saja dg kita punya situs pribadi gratis. Blog juga bisa sebagai media utk mengekspresikan diri, mengaktualisasikan diri, sekecil apapun ruang lingkup persentuhannya dg publik pembaca. Itu bagian manifestasi dari apa yg pernah dikatakan filsuf Rene Descartes : ’saya berpikir maka saya ada’. Maka fenomena blog bagi saya adalah sejalan dg ungkapan : ’saya menulis maka saya ada’. Mungkin dari situ bisa muncul varian kalimat seperti : ’saya menulis maka saya merasa hidup’, ’saya menulis maka saya produktif’, ’saya menulis maka saya bikin blog’, dan sebagainya. Bukan berarti orang yg tidak menulis lalu menjadi tidak ada. ‘Ada’ yg dimaksud di sini merupakan ‘ada’ dlm level yg lebih mengada daripada sekadar mengada dlm level fisik.
Jadi kalo saya sih menyambut positif saja adanya media alternatif khususnya yg berkait dg aktifitas tulis-menulis semacam web blog. Itu justru bisa mengakomodir suara-suara publik yg selama ini nyaris tak terdengar oleh media ‘resmi’ seperti koran, teve, radio. Karena koran, teve, radio juga memiliki keterbatasannya sendiri hingga tidak mungkin mengakomodir semua opini ataupun suara masyarakat. Malah keberadaaan media semacam blog itu bagi saya sejalan dg semangat indie atau independent yg sekarang sedang marak. Artinya, bukan cuma koran, majalah, televisi, dan radio saja yg boleh diklaim sebagai media satu-satunya sehingga merasa punya hegemoni.
Tinggal terpulang pada isi kepala dan isi hati penggunanya, apakah mau dipakai utk melahirkan isi batinnya, mengkomunikasikan pikirannya, atau cuma dipakai utk iseng, atau utk menipu orang lain. Bukan cuma blog, bahkan media-media yg notabene ‘resmi’ macam surat kabar, radio, televisi, jika mau juga bisa dipakai utk menipu publik termasuk memanipulasi berita.
Soal pendapat bahwa keberadaan blog itu cuma bagian dari sebuah trend, saya pribadi tidak melihat sesuatu itu dari urusan trend atau tidak trend. Saya tidak mau hidup saya yg tidak sampai seratus tahun ini dibingkai, didikte, digiring oleh yg namanya trend, apalagi memakai trend sebagai pedoman hidup. Istilah ‘trend’, ‘trendy’, atau ‘trendsetter’ itu juga cuma buatan manusia yg tak lepas dari berbagai kepentingan.
Terlepas dari opininya soal blog, bagi saya peran dan kiprah bung Roy Suryo dalam bidang yg ditekuninya perlu didukung. Saya juga salut dg Roy Suryo yg beberapa bulan lalu ‘membongkar’ aksi tipu-tipu yg dilakukan oleh Dedy Cobuzier yg saat itu mencoba mengecoh dan membodohi publik dg prediksi headline suratkabar nasional, yg ternyata Dedy cuma memanfaatkan kemajuan teknologi komunikasi via satelit. Justru ke soal-soal itulah energi seorang Roy Suryo seyogianya lebih difokuskan, agar orang tidak mudah dikibuli oleh para penipu yg melabeli dirinya dg ‘mentalist’, dan sejenisnya.
Satu lagi, mungkin akan lebih egaliter jika bung Roy tidak mencantumkan gelar KRMT di depan namanya. Untuk seorang akademisi pencantuman gelar yg berbau feodalisme itu rasanya kok janggal. Tapi ini cuma saran yg sangat boleh diabaikan, andalah yg berhak mencantumkan KRMT tsb atau tidak. Ada ungkapan bahwa kemuliaan manusia antara lain jika ia mampu menguasai egonya, keinginannya. Dan bagi saya KRMT itu adalah bagian dari ego manusia.
—
klingon - yk
Comment by karto klingon — 3/6/2005 @ 2:22 pm
Sepenggal lagu peterpan :
Buka dulu topengmu..
Buka dulu topengmu..
Biar kulihat bullshitmu…
Biar kulihat bullshitmu…
Comment by bobo — 10/6/2005 @ 10:34 am