July 2004
| |
|
|
|
1 |
2 |
3 |
| 4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
| 11 |
12 |
13 |
14 |
15 |
16 |
17 |
| 18 |
19 |
20 |
21 |
22 |
23 |
24 |
| 25 |
26 |
27 |
28 |
29 |
30 |
31 |
|
7/25/04 10:14 pm
Pria Berbusana Terbaik
Roy Suryo bisa sedikit meregangkan urat syaraf. Meski sedang punya masalah dengan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Chusnul Mariyah, pakar multimedia ini kemarin malam masih bisa mengobral senyum manis. Ini terjadi ketika Yayasan Pembina Mode Indonesia menganugerahkan penghargaan sebagai Pria Berbusana Terbaik Indonesia 2004.
Selengkapnya di http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id;=120442
7/21/04 09:44 am
Roy Suryo: TI KPU Terlalu Canggih (untuk dia mengerti)
"Pakar multimedia" Roy Suryo Notodiprojo mengemukakan, teknologi informasi (TI) yang dipakai Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menghitung perolehan suara, terlalu canggih.
"Peralatan yang dipakai KPU terlalu hebat padahal yang dibutuhkan cuma program excel saja," kata Roy Suryo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin. (???????)
Ia mengemukakan hal itu ketika ditanya masalah TI yang dipakai KPU. Roy datang ke Mapolda untuk melaporkan kasus pencemaran nama baik dirinya oleh anggota KPU Chusnul Mariyah.
beberapa komentar :
1. roy suryo dan teknologi ([email protected], 20/07/2004 10:24) Saya ingat nama roy suryo terakhir disebut2 waktu ada kasus foto artis di Handphone itu, beliau kasih analisa teknis panjang lebar dan meralat analisa itu beberapa hari kemudian karena salah ulasan tentang teknik manipulasi data di foto digital. Saya ngga tau persis kapasitas beliau itu berkecimpung di dunia teknologi, mengingat latar belakang beliau itu adalah dosen FSIP disuatu perguruan tinggi. Saya juga ngga tau motif2 dibelakang itu, mungkin saja ambisi pribadi, mungkin memang dedikasi sebagai cendekiawan. Diluar statements roy suryo, yang mungkin perlu diingat bersama adalah; saat-saat sekarang ini banyak orang2 yang sering memboceng kesempatan untuk populeritas pribadi. Walahualam pak roy suryo, semoga beliau ngga punya niat membodohkan bangsa Indonesia. Mawas diri bukan hal yang memalukan.
2. Kira-kira kalau TI KPU pakai Excel dan Mas Roy Suryo jadi kepala proyeknya..berapa jadinya? ([email protected], 19/07/2004 17:57) Menarik sekali komentar Mas Roy Suryo ini. Pola pikirnya sederhana dan cenderung melakukan pendekatan pragmatis. Sama seperti ketika beliau membonceng software WINAMP atau semacamnya untuk menganalisis suaranya Habibie-Ghalib. Dengan melihat gambar2 grafik yang mirip, beliau berani mengatakan bahwa itu sama. Ingat...bahkan tanpa adanya perhitungan kuantitatif lho....hanya tayangan kualitatif saja udah PeDe banget, sampai bersedia dikasih gelar ahli Multimedia...Huahahahaha
selengkapnya lihat di http://www.gatra.com/artikel.php?pil=23&id;=41748
7/16/04 07:59 pm
Pembodohan Digital
Saya benci pada pembohong. Saya lebih benci lagi pada orang yang membohongi banyak orang. Dan kali ini entry blog saya ini akan berisi kebencian terhadap seseorang yang banyak membodohi rakyat Indonesia. Dan saya akan menyebutkan namanya: Roy Suryo.
Saya sebenarnya sudah tidak suka pada orang ini pada kasus telepon Andi Ghalib. Roy Suryo mengklaim bahwa dia bisa membuktikan bahwa itu adalah benar suara Andy Ghalib, dengan keyakinan 100%. Dan kali ini Roy Suryo muncul lagi dalam kasus Sukma Ayu, dengan mengklaim bahwa dia yakin foto yang dia terima bukan rekayasa, dengan menggunakan suatu argumen -- yang mungkin menurut orang awam merupakan argumen yang hebat -- yang tidak bisa saya terima.
Biometrik adalah suatu studi statistik terhadap fenomena biologis., tapi kita akan berbicara dalam konteks biometrik yang lain yaitu teknologi yang didedikasikan untuk mengidentifikasi individu menggunakan karakteristik biologis seperti retina, iris, sidik jari, suara, ataupun suara.
selengkapnya silakan lihat di
http://opensource.or.id/~yohanes/blog/archives/2004_02.html
7/16/04 04:34 pm
Roy Suryo Sang Jagoan
"...Dalam pandangan saudara-saudaranya, Roy pribadi yang baik, meski punya kekurangan. Bagi Donny, Roy kakak yang asyik diajak bermain, meski mempunyai ego besar.
Sebaliknya, di mata kakak laki-lakinya, Sony Suryo, Roy orang yang suka mencari popularitas. "Lha kayak dia ikut tim (pelacakan) Tommy Soeharto, sebenarnya kan bukan (mencari) Tommy-nya yang penting, tapi ... popularitasnya," kata Sony, seorang dokter spesialis kejiwaan di satu rumah sakit Yogyakarta.
Menurut Sony, pola pikir seseorang akan berbeda kalau ia memiliki anak. Segala tindak-tanduk akan memperhitungkan dan mempertimbangkan anak atau keluarga. "Nah, Roy ini sing penting mlebu koran (yang penting masuk koran). Nggak ada perhitungannya," kata Sony, tertawa. ...."
Selengkapnya, silakan baca : http://www.pantau.or.id/txt/15/08.html
7/16/04 04:22 pm
KRMT Roy Suryo Siap Perkarakan Chusnul
Jakarta, Pengamat multimedia Roy Suryo mengaku siap memperkarakan penanggung jawab Sistem Teknologi Informasi KPU, Chusnul Mar'iyah ke kepolisian tentang tuduhan Chusnul bahwa Roy Suryo mendapat bayaran tim sukses capres Wiranto/Salahuddin Wahid.
Sebelum mengadukan Chusnul Mar'iyah ke kepolisian, Roy menyatakan akan lebih dulu mengajukan surat formal dulu untuk menuntut permohonan maaf Chusnul Mar'iyah. Permohonan maaf diharapkan oleh Roy Suryo ditampilkan di media baik cetak maupun elektronik yang menampilkan pernyataan Chusnul Mar'iyah.
"Kalau mau minta maaf oke, tidak akan saya lanjutkan. Kalau tidak, saya akan perkarakan dan mungkin akan ada penyitaan handphone tersebut," kata Roy dalam acara Diskusi "Penghitungan Suara Lewat Internet KPU Kenapa Meragukan" yang diadakan oleh Radio 68H di Restoran Mina, Hotel Sahid Jaya Jakarta, Kamis (15/7/2004).
Tentang penyitaan telepon seluler milik Chusnul Mar'iyah, menurut Roy itu bisa dilakukan melalui unit cybercrime di kepolisian. "Saya ingin membantu Ibu itu melacak pengirim SMS soal tuduhan itu jika benar ada SMS tersebut. Jika ternyata tidak ada SMS tersebut atau dihapus maka pernyataannya yang akan saya perkarakan," tandas Roy Suryo.
Pernyataan Chusnul Mar'iyah yang dimaksud oleh Roy Suryo tersebut dikeluarkan pada acara dengar pendapat hasil penghitungan suara melalui TI yang digelar di Pusat Tabulasi Nasional di Hotel Borobudur Selasa (13/7/2004) malam.
Chusnul ketika itu menuduh Roy Suryo menjual data perhitungan suara kepada Capres Wiranto/Salahuddin Wahid. Chusnul juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap statemen yang dikeluarkan Roy. Chusnul mengaku memperoleh informasi tersebut melalui SMS.
Roy langsung meminta bukti SMS tersebut. "Mana nomornya, saya bisa lacak untuk membantu Ibu melacak SMS gelap itu. Jangankan capres, orang biasa pun yang minta data akan saya beri gratis," sambarnya. Chusnul tidak bersedia menunjukkan nomor ponsel pengirim SMS tersebut. (sumber : detik.com)
|