Pahlawan Kesiangan(?), Komentator Kesorean!

posted by rsw 10/1/2005 10:26 pm

Tampaknya Tokoh Kita KMRT Roy Suryo sensitif sekali dengan TI KPU. Lagi-lagi dia memberi komentar miring atas langkah tim TI KPU. Berikut adalah berita yang dilansir oleh Harian Suara Merdeka.

TI-KPU Pahlawan Kesiangan

YOGYAKARTA - Rencana Teknologi Informasi Komisi Pemilihan Umum (TI-KPU) ingin membantu infrastruktur telekomunikasi di kawasan bencana alam dan badai tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), bagaikan pahlawan kesiangan. Kenapa baru sekarang rencana itu dilakukan, sementara kejadiannya sudah berjalan seminggu lebih.

‘’Pahlawan Kesiangan? Julukan yang paling pantas diberikan kepada para ‘pahlawan-pahlawan kesiangan’ bernama Tim TI-KPU itu di daerah bencana. Mengapa begitu, karena baru hari-hari ini saja mereka terjun langsung ke lapangan,'’ kata Drs KRMT Roy Suryo Notodiprojo, pakar komunikasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menanggapi Tim TI KPU yang ingin ikut membantu infrastruktur telekomunikasi di daerah bencana, Kamis (7/1).

Dalam siaran persnya Roy Suryo menyebutkan, kesiangan karena perangkat yang mereka gunakan hanyalah telepon satelit alias sebuah perangkat yang memang sudah jauh-jauh hari dia usulkan. Bahkan semenjak 3-4 jam setelah kejadian gempa dan badai tsunami (Minggu 26/12), melalui radio swasta yang mengontak dia langsung saat itu juga.

Telepon satelit memang andal, karena bersifat stand-alone. Artinya, tidak bergantung kepada infrastruktur di darat.

‘’Jadi meski Serambi Mekah rusak total infrastruktur telekomunikasinya, perangkat telepon satelit tetap bisa beroperasi normal,'’ katanya seraya menambahkan, ‘’Sepanjang Satelit Garuda yang berlokasi 36 ribu kilometer di atas Nusantara tidak terganggu secara teknis.'’

Sebenarnya dia sudah memberi masukan maupun opini ke berbagai media massa. Memang sudah seharusnya KPU bisa sedikit tergugah dan berbakti kepada negara dalam musibah itu. Karena dalam Pemilu 2004 yang lalu, mereka sudah memiliki 1500-an perangkat telepon satelit yang saat itu dibeli dengan anggaran fantastik, yakni Rp 27 miliar.

‘’Jadi kalau baru sekarang perangkat itu dibawa perentang-perenteng (show of force) ke daerah bencana, itupun jumlahnya tak lebih 10, rasanya memang sudah cukup terlambat,'’ jelasnya.

Apalagi, tambah Roy, hampir semua operator sudah memulihkan infrastruktur telekomunikasinya. Perlu dicatat, yang dimaksud dengan pahlawan kesiangan itu tentu bukanlah tim internet dari APJII (Heru Nugroho, Valens Riyadi cs) yang berhasil menyet-up internet dari beberapa titik di Banda Aceh, karena tim APJII itu memang sangat diperlukan guna memberi akses internet yang sebelumnya lumpuh total.

33 Comments

  1. hi roy! ™

    Comment by idban — 11/1/2005 @ 12:18 am

  2. hi roy! :p

    Comment by kroni anti Roy — 11/1/2005 @ 1:10 am

  3. hi roy!

    Comment by arjuna — 11/1/2005 @ 10:04 am

  4. hi delon!

    *juara tiga*

    Comment by ryosaeba — 11/1/2005 @ 10:21 am

  5. Kalo gitu Om Roy pahlawan kemalaman dong, sekarang sedang bingung cari-cari tumpangan (buat jadi beken)

    Comment by Roel Dijkstra — 11/1/2005 @ 12:08 pm

  6. Hemm .. telepon satelit juga paling tahan hanya beberapa hari, soalnya gimana mo nge-charge batrenya :p

    Comment by Yudha — 11/1/2005 @ 12:28 pm

  7. nggak usah takut pren :)
    gw udah nyempen google cache sebelum datanya ilang, kalo mau ambil silahkan
    http://secandri.com/rsw-all.zip

    Terima kasih! RSW juga telah mengambil google cache dan akan merekonstruksi situs ini beberapa saat lagi.

    Comment by idban — 11/1/2005 @ 4:58 pm

  8. mending telat tapi action daripada 2-3 jam setelah kejadian tapi cuma sebatas ide/koar koar….he he he

    Comment by Samuel — 11/1/2005 @ 6:40 pm

  9. hallo roy !!

    *telat*

    Comment by fajri — 11/1/2005 @ 7:02 pm

  10. Kenapa ko’ mas2 begitu anti dengan seseorang seperti ini ?

    Tokh baik roy suryo atau pakar2 it kita atau mas-mas sendiri atau bahkan saya belum punya prestasi apa-apa di tingkat dunia.

    Nggak ada dari kita yang merumuskan kembali teori sehebat teori kuantum atau gravitasi. Pun nggak ada yang sebrilyan bill gates atau habibie yang mampu menorehkan faktor patahan sayap.

    Lha, wong sesama “belum apa2″ ko begitu sengitnya saling membenci ???
    Apa dengan pamer sejuta sertifikasi administrator, security sudah merasa top banget ???
    Jangan gitu akh… anda dan saya kan cuma user yang “menggunakan” atau “menjalankan” konsep yang dirancang orang2 silicon valey itu.
    Kita ini belum jadi konseptor dan implementator ulung yang mampu melakukan revolusi teknologi atau sedikitnya mengubah idiom2 yg ada.

    kalo ada sarjana non it mencoba ngomentari it mbok ya nggak usah berprasangka apa2…

    Lalu apakah anda-anda yang memiliki background IT sanggup menulis review tentang politik atau masalah sosial lainnya ????

    JANGAN TERLALU PICIK LAHHHHH

    Comment by rajalele — 20/1/2005 @ 5:04 pm

  11. Kami benci anda dan kami tidak butuh anda. Tingkah anda seperti banci-banci yg ikut arisan, atau ibu-ibu yg suka gosip. Anda bilang anda sangat anti dengan carder, coba buktikan sikap anti anda terhadap carder, sekedar informasi buat anda, tidak cuma carder saja yg anda anggap merusak nama negeri ini, tapi manusia-manusia sampah yg bekerja di FEDEX, UPS, DHL, BEA CUKAI, juga sampah. Andil merekalah yg justru sangat berperan besar dalam bisnis barang-barang ilegal. Tidak perlu ada pertanyaan atas pernyataan saya ini, karena saya adalah salah satu dari sekian banyak carder yg hidup dari kegiatan yg notabene sangat merusak citra Indonesia dimata dunia. Kalo anda pikir anda hebat, saya pikir anda bukan orang yg hebat, anda cuma seorang komentator yg bertingkah seperti layaknya radio tua yg sudah tidak layak didengarkan bahkan digunakan. Mangga adalah buah, tapi buah belum tentu mangga…ha..ha..ha..ha. IN CRIME WE TRUST!!!!!

    Comment by thrx — 24/1/2005 @ 12:20 am

  12. CHECK MIC, CHECK MIC, CHECK MIC, ONE , TWO , THREE……….
    HEHEHEHEHEHEHEHEHEHEHEHEHEHE
    AYE KAGAK NGERTI TUH

    Comment by bryan take — 25/1/2005 @ 6:18 am

  13. permisi om……….
    MAU NUMPANG LEWAT AJA KOK.
    HE HE HE HE HE……….

    Comment by bryan take — 25/1/2005 @ 6:21 am

  14. Koq gue jadi malu dgn mental orang2 indonesia. Ilmu itu utk di share bukan disombongkan. Ide itu utk dikembangkan bukan di"paten"kan. menurut gue istilah pakar/master is bullshit!! menyesatkan bgt. Tidak sepatutnya Manusia itu sombong, karena knowledges itu pun bukan punya manusia. atau org2 diindonesia punya visi yg sama dgn Fir’aun?

    Comment by yg malu — 27/1/2005 @ 12:31 pm

  15. Hi, SU Roimin!!!
    Dia yang seharusnya mempunyai Jiwa Besar sebagai pekerja seni yang professional di bidangnya, ternyata tidak cukup punya Jiwa besar untuk mempunyai saingan/ rival sportif yang memiliki keahlian dan kemampuan lebih dari dia, dalam lingkup nasional Indonesia. Disini, bukan saya bermaksud meremehkan (ngremehan juga OKE aja) dan saya tidak berbicara sampai ke tingkat persaingan internasional, karena saya yakin, beliau belum siap dan tidak cukup besar nyalinya
    untuk sampai ke level (internasional)tersebut.

    Comment by Sonny Riandika — 1/2/2005 @ 3:28 am

  16. Menurut saya, Roy Suryo sebagai ‘pakar’ (oleh pers) hanya merasa perlu mengkritik siapapun atau pihak manapun yang tidak melibatkannya sebagai ’sesepuh’ multimedia. Padahal jika bicara tentang ‘pakar’… saya yakin ada segudang pertanyaan di benak para praktisi IT dan Multimedia: memangnya anda itu siapa, koq tiba-tiba menyandang gelar ‘pakar’ ?. Karena yang saya tahu, beberapa Doktor bahkan professor yang sudah banyak mebuat terobosan di bidang IT dan Multimedia saja enggan dibilang ‘pakar’.

    Comment by ephien — 1/2/2005 @ 9:53 am

  17. Menurut saya, Roy Suryo sebagai ‘pakar’ (oleh pers) hanya merasa perlu mengkritik siapapun atau pihak manapun yang tidak melibatkannya sebagai ’sesepuh’ multimedia. Padahal jika bicara tentang ‘pakar’… saya yakin ada segudang pertanyaan di benak para praktisi IT dan Multimedia: memangnya anda itu siapa, koq tiba-tiba menyandang gelar ‘pakar’ ?. Karena yang saya tahu, beberapa Doktor bahkan professor yang sudah banyak mebuat terobosan di bidang IT dan Multimedia saja enggan dibilang ‘pakar’.

    Comment by ephien — 1/2/2005 @ 9:54 am

  18. sebenarnya ‘pakar’ itu apa seh ?… koq baru cuap-cuap kulit luar IT dan Multimedia udah ngaku-ngaku ‘pakar’ ?!… kayak cuma dia aja yang bisa !.

    Comment by irfian — 1/2/2005 @ 10:00 am

  19. VH1
    Big Catchphrase of ‘04 > “That’s Hot” (Paris Hilton)
    Big Catchphrase of ‘05 > ” Hi Roy”

    Comment by nopie — 1/2/2005 @ 5:31 pm

  20. ini yang bego si Roy apa Suara Merdeka ya..? jelas jelas pernyataan bertendensi dan tanpa argumentasi dan bukti ilmiah kok dimuat. ato mungkin si Roy maksain Suara Merdeka buat dimuat, gak tau lah gak mau berprasangka buruk tp yang jelas makin jelas ketahuan siapa dan bagaimana si Roy ini, Udah jelas itu musibah kok masih dipolitiki buat kepentingannya, duh tobat bung! Kalo memang Mas Raden mau bantu dan berbakti ke negara langsung take action! brangkat sono ke Aceh dan bikin kerja nyata kalo ngomong aja sih anak TK juga bisa. Grown up, Man! and stop your bulxxxit talking!

    Comment by arek sby — 3/2/2005 @ 5:32 pm

  21. Telat komen, tapi setuju dengan rajalele!

    Comment by no name — 8/2/2005 @ 11:11 pm

  22. asiiiiiiiiiikkkkkkkkkkkkkkkkk
    banyak krupuuuuukkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk

    Comment by temakura — 9/2/2005 @ 8:06 pm

  23. Satelitnya dia aja minjem, hah haa…

    http://www.bloglines.com/blog/sonnyriandika

    Comment by Sonny Riandika — 15/2/2005 @ 11:13 pm

  24. Hi Roy…

    Ada apa dengan mu??

    Comment by renz — 17/2/2005 @ 10:46 am

  25. Biasa lah kan pakar telematika,gak laris kalo nggak komentar kekekkekek

    Comment by kacung — 15/3/2005 @ 9:28 am

  26. si roy ini pakar penipu, dia ga ngerti program bahasa/code2 komputer , dia cuma bisa komentar doang , tong kosong nyaring bunyinya , perlu di tangkap pengangguran jalanan yg byk mulut spt ini!!

    Comment by index — 18/3/2005 @ 11:28 pm

  27. Eh, omomg-omong, Mas Roy belajar IT nya di mana ya … trus selama ini apa kerja apaan aja yg related dgn IT , sampe dijulukin sbg “pakar” ? Kalo hanya baca sana-sini dan lalu kasih komentar2 di media, kayaknya sih belum qualified deh. Apa selama ini udah banyak “hands-on” ato “berkubang” langsung di IT fields ?

    Comment by Numpang_lewat — 22/3/2005 @ 7:43 pm

  28. Lu jangan ngomong Mas Roy sembarangan deh, jangan kayak PRIYADI BLOG yang kaya tai

    Comment by Mickey — 23/5/2005 @ 3:22 pm

  29. #28: selamat sore pak david setiabudi :)

    Comment by Priyadi — 23/5/2005 @ 4:13 pm

  30. roy oh roy… cuman cari beken aja lo… kasian sekali orang kayak kamu yah.. ngga ada action sama sekali cuman omong doank cari beken ih kok ada yah orang sprt ini

    Comment by penjahat — 25/5/2005 @ 2:10 pm

  31. ealah gak melok2

    Comment by Puguh — 14/6/2005 @ 2:23 pm

  32. Hoooi Damaii dong..

    Comment by exterm — 23/6/2005 @ 11:38 am

  33. pada ng0mong apaan sih???

    Comment by dwilicious — 27/6/2005 @ 5:43 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Sorry, the comment form is closed at this time.